Published on May 30, 2005 by HarisX
CNT-AIT (Federasi Anarkis Sindikalis) adalah organisasi kelompok-kelompok dan perorangan-perorangan yang sudah bergobung hendak mengubahi masyarakat tempat kita hidup. Hendak memperbaiki nasib orang-orang kelas buruh.
Masyarakat ini dibagi-bagi menjadi kelas-kelas berdasarkan penguasaannya kekayaannya dan lembaga-lembaganya. Golongan yang berkuasaialah orang-orang yang ’memiliki’ paberik-paberik atau sumber-sumber alam. Ada di antaranya yang punya saham-saham atau jadi ketua dewan perusahaan-perusahaan dan sebagainya. Biasanya mereka didukung oleh kelas menengah, yang mendapat kedudukannya dalam masyarakat sebagai hasil perlindungan oleh golongan yang berkuasa yaitu menguasai serta mengatur/memecahbelahkan kelas buruh yang melakukan segala pekerjaan yang perlu. Masyarakat macam ini adalah sumber kebanyakan masalah-masalah yang dialami orang-orang kelas buruh di seluruhdunia. Golongen yang berkuasa berfekad menjaga kedudukannya yang istimewa itu maka harus dimusnahkan. Imilah perang kelas. Perubahan yang benar-benar hanya mewujud kalau orang-orang kelas buruh mengorganisir diri sendiri untuk menghadapi masalah-masalah yang dialami mereka. Kita harus memperlengkapi segala sesuatu untuk diri kita sendiri.
(more…)
Print This Post
Published on May 30, 2005 by HarisX
Oleh : Noam Chomsky
Berbagai pertanyaan kini beredar di antara orang-orang yang khawatir tentang perang. Pada tanggal 1 September 2002, Michael Albert mengajukan selusin dari pertanyaan-pertanyaan itu kepada Noam Chomsky lewat e-mail. Inilah tiga pertanyaan pertama beserta jawaban-jawaban Chomsky… wawancara lengkapnya akan muncul di Z Magazine edisi Oktober.
A : Apakah Saddam Hussein memang telah menjadi sangat jahat seperti yang dikatakan oleh media mainstream? Di dalam negeri? Secara internasional?
C : Ya, dia memang sangat jahat, kira-kira sama jahatnya dengan Soeharto dan monster-monster lainnya di era modern ini. Tak ada seorang pun yang mau berada dalam cengkeramannya. Tetapi, untungnya, jangkauannya tidaklah membentang sangat jauh. Secara internasional, Saddam meng-invasi Iran (dengan dukungan Barat), dan ketika perang itu berlangsung makin sengit, dia pun mulai menggunakan senjata kimia (juga dengan dukungan Barat). Saddam pernah meng-invasi Kuwait dan dengan cepat diusir.
(more…)
Print This Post
Published on May 28, 2005 by HarisX
Ketika, di tahun 1967, kami mempublikasikan “As We See It” kami merasa dokumen tersebut telah sekaligus akurat dan sebuah ikhtisar yang lumayan ringkas akan pandangan-pandangan kami. Alternatif-alternatif telah diskusikan dan setiap upaya yang mungkin telah kami lakukan untuk menghindarkan sikap bimbang. Kami pikir kami telah menghasilkan teks yang cukup terus terang,penerimaan yang semestinya jadi pijakan pokok kepercayaan kepada kelompok SOLIDARITY.
Setelah bertahun-tahun kami menyadari bahwa kami telah keliru, ada pada sesuatu yang salah dengan dokumen – atau dengan beberapa orang yang telah membacanya. Atau kemungkinan ada suatu persoalan dengan kami – karena telah menganggap teks tersebut sebagai penjelasan-pribadi. Kaum radikal terus saja mengatakan kepada kami bahwa mereka setuju dengan setiap kata dari pernyataan tersebut … disaat berikutnya bertanya kepada kami mengapa kami tidak melakukan kerja faksi didalam Partai Buruh (Labour Party), atau hidup dalam komune-komune, atau berkampanye bagi S.B (Serikat Buruh) “kiri”, atau memuji-muji Black Panther atau rejim anti-imperialis Karume di Zanzibar, atau berpartisipasi dalam agitasi anti-Pasar Bersama. Beberapa orang bahkan menanyakan mengapa kami tidak mendukung pendirian sebuah, Partai Leninis yang revolusioner.
(more…)
Print This Post
Published on May 28, 2005 by HarisX
Apakah patriotisme itu ? Apakah cinta dengan tempat lahir seseorang, tempat seseorang mengenang masa kecil, mimpi dan aspirasinya ? Dengan sebuah tempat, dimana kita dengan jiwa kekanak-kanakan memandang awan yang bergerak dan bertanya mengapa kita tak dapat begerak secepat awan itu ? Dengan tempat dimana kita melihat bintang-bintang betebaran di langit ? Dengan tempat dimana kita mendengar kicauan burung dan berangan-angan ingin bisa terbang seperti burung ke tempat nun jauh ? Atau, apakah cinta dengan tempat kita dipangku ibu mendengar dongeng-dongengnya ? Singkatnya, apakah patriotisme itu adalah cinta dengan setiap jengkal tempat dimana kita dibesarkan dan bermain, dimana kita dapat mengenang masa kecil yang penuh dengan kegembiraan ?
Kalau itu adalah patriotisme, hanya sedikit orang Amerika yang bisa menjadi patriotik, karena tempat bermainnya sudah dibangun menjadi pabrik-pabrik dan dengungan mesin telah menggantikan musik (kicauan) burung.
(more…)
Print This Post
Published on May 28, 2005 by HarisX
oleh Daniel Guerin
Dari semua buku yang aku baca, di tahun 1930, diatas kapal yang membawaku ke Indocina, buku yang berderet dari Marx hingga Proudhon, Georges Sorel, hingga Hubert Lagardelle, Fernand Pelloutier, Lenin dan Trotsky, buku-buku karya Marx-lah yang tanpa diragukan menghasilkan dampak paling besar pada diriku. Buku-buku ini membuka mataku, menyingkap misteri nilai-lebih sistem kapitalis, mengajariku tentang dialektika dan materialisme historis. Sejak saat itu, aku memasuki gerakan revolusioner, membuang kelaut semua pemikiran borjuisku. Aku sejak dari awal, secara insting anti-Stalinis ; pada saat itu aku seorang sosialis kiri yang mengambil pendirian disekitar Marceau Pivert dan seorang sindikalis revolusioner dibawah pengaruh Pierre Monatte. Dikemudian hari, tulisan-tulisan Bakunin, dalam enam-volume edisi terbitan Max Nettlau/James Guillaume, jadi semacam operasi katarak yang kedua bagi diriku. Tulisan-tulisan ini meninggalkan bekas selamanya dalam diriku yang menjadi alergi dengan setiap versi sosialisme yang otoriter, apakah mereka menyebut diri Jacobin, Marxis atau Trotskyis.
(more…)
Print This Post
Published on May 27, 2005 by HarisX
Siapa yang gak tau tentang Food Not Bombs (FNB) ? Oke, saya juga gak bisa asumsiin bahwa semua orang yang baca ini tau FNB. Jadi mending saya bahas secara singkat tentang FNB.
FNB pertama kali dicetuskan sekitar tahun 80an, diawali dari pergerakan anti-nuklir. Semua ini berdasarkan pada pemikiran bahwa jika berbagai sumber daya tidak dialokasikan pada senjata untuk berperang, dan kepada ketamakan-ketamakan, maka kebutuhan mendasar dari manusia; pangan, papan, dan kesehatan, akan terpenuhi.
Berbagai grup FNB di seluruh dunia mengumpulkan makanan sehat dan segar setiap minggunya yang dibuang hanya karena sudah tidak cukup menarik untuk dijual dan menyiapkan makanan vegetarian untuk bisa berbagi dengan semua orang. Jadi mungkin intinya FNB adalah tentang bagi-bagi makanan gratis, kepada orang-orang yang gak mampu. selesai ? Gak. FNB bukan hanya sebatas sampai ke acara amal seperti itu. Artis ibukota dan para petinggi negara juga sering lakukan hal itu. Trus apa yang beda dari FNB ? Apa yang membuat FNB bukan sebuah acara amal ?
(more…)
Print This Post
Published on May 26, 2005 by HarisX
Oleh : Anonim
Tulisan ini merupakan hasil diskusi informal beberapa orang yang pada waktu itu sedang membahas tentang fenomena politik nasional, khsusnya yang berkaitan dengan ramainya aksi protes kenaikan BBM. Di satu sisi diskusi ini mengkritisi protes-protes yang sedang berlangsung (lihat tulisan: Melampaui Ilusi Protes Kenaikan BBM), di sisi lainnya, beberapa orang ini juga mencoba melihat hal-hal apa saja yang mungkin dilakukan sebagai bentuk protes sosial yang berkelanjutan, yang anti otoritarian dan yang paling efektif bagi kebanyakan orang yang terkena imbas kenaikan harga.
(more…)
Print This Post
Published on May 25, 2005 by HarisX
Oleh : Anonim
Protes terhadap kenaikan BBM, jika memang hanya sebatas pada penolakkan terhadap kenaikan BBM, hanya akan berhasil menaikkan profil dan eksistensi kelompok-kelompok oposisi formal – segelintir anggota DPR, organ-organ kampus reformis dan beragam jenis oposisi legal lainnya. Protes-protes ini hanya bergerak pada suatu siklus protes yang bersifat rutin, dimana setelah terjadi gelombang protes yang reaksioner terhadap keputusan pemerintah, gelombang protes akan kebingungan mencari isu-isu lain – dan kemudian akan berujung pada protes-protes lain yang seluruhnya bersifat reaktif. Dan di akhir setiap gelombang aksi, kondisi berada pada titik awal tersebut lagi, tidak ada suatu arah menuju titik yang menawarkan lepas landas menuju suatu kondisi yang baru atau setidaknya melalui proses dan tahapan yang tidak absurd.
(more…)
Print This Post
Published on May 23, 2005 by HarisX
Karena makanan adalah hak semua orang bukan hak istimewa segelintir orang saja!
Karena ada cukup makanan untuk semua orang dimana-mana! Karena kekurangan bahan makanan pokok adalah bohong! Karena disaat kita lapar atau kedinginan kita punya hak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cara meminta, mengamen, atau menempati bangunan-bangunan kosong! Karena kapitalisme menjadikan makanan sebagai sumber keuntungan, bukan sebagai sumber nutrisi! Karena makanan tumbuh pada tanaman! Karena kita butuh lingkungan bukan kendali! Karena kita butuh rumah bukan penjara! Karena kita butuh makanan bukan bom!
(more…)
Print This Post
Published on May 23, 2005 by HarisX
PEMBERONTAKAN ARGENTINA TAHUN 2001
INTRODUKSI
Sudah sejak beberapa tahun ke belakang, sejak pemerintah mulai memotong sedikit demi sedikit subsidi negara bagi BBM dan TDL–yang buat saya jelas, bahwa hal ini sangat memberatkan sejak saya tidak lagi bergantung pada orang tua–dan diikuti oleh kenaikan semua harga, tentu saja. Beberapa kali saya melibatkan diri saya dalam aksi demonstrasi yang menolak keputusan pemerintah tersebut; kekuatan kami terlalu sedikit dalam menggalang aksi berbentuk aksi massa demonstrasi: orang-orang yang kami beri selebaran tampak semakin tidak peduli karena mereka sudah terlalu kebal terhadap isu ini dan kenaikan harga, dan yang paling menyedihkan adalah saat kawan-kawan saya sendiri yang bersama-sama mengikuti demonstrasi tersebut sebenarnya tidak terlalu menaruh perhatian yang dalam mengenai isu tersebut yang saya kira alasannya adalah bahwa mereka tidak terlalu terhimpit oleh masalah ekonomi–tinggal pulang ke rumah, menengadahkan tangan dan orang tua mereka akan mendermakan sebagian hartanya pada mereka; dan apabila tidak, mereka masih bisa sekedar menumpang makan dan tidur tanpa harus membayar biaya sewa atau apapun. Dengan demikian terus terang saya semakin tidak bisa membayangkan bagaimana semua hal ini akan dapat berubah; revolusi yang seharusnya berarti pentransformasian nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, tampak semakin jauh, menjauh dari horizon dan semakin mengabur tercampur dan melebur dalam kabut. Tampaknya memang begitu, dalam masyarakat yang pasif seperti ini, revolusi terlihat hanyalah sebuah mimpi dimana kita mau tidak mau harus bangun dan mengakhiri mimpi. Ini semua terjadi di benak saya sendiri, hingga akhir tahun 2001 lalu, saat saya yang tak berlangganan media apapun secara tak sengaja membaca sebuah artikel dalam sebuah koran harian resmi pemerintah: Pemberontakan Massa di Argentina. Bum! Dan seakan seperti sebuah kebetulan, seorang kawan saya di Jakarta beberapa saat kemudian mengirimi saya sejumlah jurnal sosialis dan beberapa majalah yang hampir semuanya membawa isu soal Argentina di dalamnya. Dan kembali saya menyadari, bahwa Argentina telah datang membuktikan kepada dunia, kepada ribuan orang-orang yang mungkin berpikiran seperti saya, bahwa revolusi masih mampu untuk muncul dan eksis di abad yang kosong ini di tengah-tengah kebisuan mayoritas yang menindas.
(more…)
Print This Post