Published on September 13, 2005 by HarisX
Errico Malatesta
(1853 – 1932)
Biografi
Lahir: Santa Maria Capus Vetera, Italia, 14 Desember 1853
Meninggal: Roma, Italia, 22 Juli 1932
* 1853 – lahir di Provinsi Caserta Province, Selatan Italia.
* 1867 – Pada umur 14, Malatesta ditangkap karena menulis surat kepada Raja Victor Emmanuel II yang berisi kecaman atas
ketidakadilan yang terjadi didaerahnya.
* 1871 – Setelah dikeluarkan dari sekolah kedokteran karena bergabung dalam sebuah demonstrasi, Malatesta menjadi anggota
organisasi Internasionale untuk bagian Itali. Ia juga melatih diri sebagai mekanik dan tukang listrik.
(more…)
Print This Post
Published on September 13, 2005 by HarisX

memoar Stuart Christie
Foto di atas diambil tanggal 6 Januari 1967, di gedung bundar penjara Carabanchel di Madrid. Aku di sebelah kiri dengan jumper sulaman putih. Bersamaku adalah tiga orang asal London, Jeff di sebelah kiriku dan dua orang lain yang namanya sudah hilang dari ingatan. Pria yang berjongkok adalah Alfredo, orang Argentina.
Peristiwanya adalah pesta Hispanis Katolik Roma ; Los Tres Reyes Magos (Tiga orang Bijak– Epipany), yang merupakan hari dimana anak-anak tahanan diijinkan masuk ke dalam gerbang jeruji dan dinding tinggi selama beberapa jam untuk menikmati kebersamaan dengan bapak atau saudara mereka, dan membuka hadiah kecil, dari sumber-sumber yang terbatas, kepada mereka.
(more…)
Print This Post
Published on September 13, 2005 by HarisX
Realitas mengenai implementasi sebuah masyarakat anarkis sering sekali diragukan. Dan kadang-kadang kita yang “setuju” dengan filosofis anarkisme pun menganggap masya-rakat anarkis sebagai utopia yang tidak dapat direalisasikan.
Sepertinya persepsi kita telah diracuni oleh pemikiran-pemikiran yang memberikan keabsahan kepada pemerintah negara dan hak perseorangan. Sistem pendidikan di kepulauan Nusantara sendiri cenderung menggalakkan kita untuk menghayati doktrin-doktrin yang mengakibatkan kita menjadi malas berpikir. Padahal dalam masyarakat tradisional tidak dikenal yang namanya pemerintah dan hak milik pribadi. Contohnya dalam masyarakat adat di Maluku, yang ada hanya hak pakai atas sebidang tanah tanpa kepemilikan oleh pihak swasta (1). Pada masyarakat tradisional pula, pemerintah, yang waktu dulu adalah kerajaan, lebih berfungsi sebagai mahluk yang parasitis yang selalu meminta (paksa) dari rakyat hasil kerja mereka. Penduduk terikat dengan perbudkan feodal dengan para bangsawan (2). Tidak ada juga yang namanya patriotisme -buktinya rakyat di Jawa tidak suka membantu rajanya berperang melawan penjajah Barat. Konsep nasionalisme patriotisme sama sekali tidak mempunyai akar dalam kehidupan masyarakat kepulauan Nusantara -konsep yang baru diperke-nalkan oleh kaum borjuis (priyayi) kepada masyarakat di akhir abad ke sembilan belas (3)
(more…)
Print This Post
Published on September 13, 2005 by HarisX
Kami tidak menginginkan
kesempatan kerja yang total,
kami menginginkan
“kesempatan hidup yang sepenuhnya”
Apabila sebuah keluarga mendapatkan sebuah mesin cuci, kamu tidak akan mendengar ocehan salah satu anggota keluarga yang sebelumnya mencuci baju dengan menggunakan tangan, mengeluh kalau mesin cuci tersebut membuat mereka “tidak bekerja lagi”. Namun cukup aneh, apabila perkembangan yang sama terjadi pada skala dan lingkup sosial yang lebih luas, masalah seperti ini di lihat sebagai sebuah problematika yang cukup serius — “pengangguran” — misalnya, yang hanya dapat dituntaskan dengan membuka lapangan-lapangan kerja baru untuk dapat merekrut tenaga-tenaga kerja yang menganggur.
(more…)
Print This Post