Komunisme Anarkis
KAUM anarkis yang menyebut dirinya komunis (dan aku juga salah satu di antaranya) tidak tampak seperti yang lain, karena mereka berkeinginan untuk menunjukkan jalan yang berbeda dalam melihat hal-hal daripada orang lain, atau karena mereka mempercayai bahwa di luar komunisme tidak akan ada jalan keselamatan. Tetapi karena mereka telah percaya sehingga terbukti salah bahwa semakin banyak umat manusia yang bergabung dalam satu prinsip persaudaraan dan semakin dekat orang bekerjasama dalam upayanya untuk memperoleh keuntungan yang mereka inginkan, maka semakin besarlah kesejahteraan dan kemerdekaan yang bisa mereka nikmati.
Mereka percaya bahwa manusia meskipun sudah terbebas dari represi sesamanya akan tetap menghadapi kekejaman alam yang tidak dapat ditangani sendiri tetapi dengan bekerjasama dengan orang lain, ia dapat dijinakkan, ditransformasikan ke sejumlah cara untuk kepentingan kesejahteraannya. Manusia yang berkeinginan untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan materialnya dengan bekerja sendiri melegalkan perbudakan bagi pekerjaannya, seperti halnya ia selalu tak yakin bahwa terus bekerja akan membuatnya hidup.
Akan sangat fantastis untuk berpikir bahwa beberapa kaum anarkis, demikian mereka menyebut dirinya sendiri, dan sungguh-sungguh komunis mau berbagi hidup dalam suatu peraturan yang umum, makanan dan pakaian yang seragam, dsb.; tapi akan sangat absurd untuk berpikir bahwa mereka harus mau melakukan itu karena mereka suka tanpa melibatkan mereka terhadap keinginan yang lain atau tanpa hak-hak persamaan kemerdekaan.
Semua orang tahu bahwa Kropotkin, yakni seorang yang paling dari kaum anarkis yang sangat propagandis dalam gagasan-gagasan komunis, pada saat yang sama membela kemerdekaan individu dan secara sabar menginginkan bahwa setiap orang harus dapat berkembang dan memuaskan secara bebas bakat-bakat artistiknya, terlibat dalam penelitian ilmiah dan terlibat dalam membina persatuan yang harmonis antara aktivitas sehari-hari dan intelektual untuk menjadi umat manusia paling sempurna yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Lebih lanjut lagi, kaum anarkis percaya karena perbedaan-perbedaan alami dalam hal kesuburan dan lokasi dimana ia berada maka sangat tak mungkin untuk menjamin kondisi kerja yang sama untuk setiap individu dan akhirnya akan dicapai, jika bukan solidaritas, paling tidak keadilan.
Tetapi pada saat yang sama mereka waspada pada kesulitan-kesulitan yang mungkin muncul dalam hal penerapannya dalam praktik bahwa komunisme yang bebas dan mendunia yang mereka cari merupakan tujuan terutama dari emansipasi kemanusiaan dan kebersamaan tanpa periode panjang dari perkembangan bebas dan bagi semua alasan ini mereka sampai pada satu kesimpulan yang dapat dirumuskan dalam kata-kata berikut:
Diperolehnya takaran terbesar bagi individualisme adalah dalam rasio langsung terhadap jumlah komunisme yang dimungkinkan yakni dapat dikatakan solidaritas maksimum untuk memuaskan kebebasan maksimum.
Referensi
- Judul : Komunisme Kaum Anarkis
- Penulis : Errico Malatesta
- Dikutip dari : “Pensiero & Volonta”, 1926 dalam Donald Rooum, What Is Anarchism? An Introduction, Freedom Press, London: 1992, hal. 32-33
Print This Post
