Agnes Inglis, Pustakawan Anarkis

oleh Julie Herrada and Tom Hyry Diterbitkan di Progressive Librarian

Terjemah: Yerry Nikholas

Agnes Inglis (1870–1952) tak pernah berencana akan berkarir sebagai pustakawan. Pada umur 52 tahun di tahun 1924, dan setelah kerja kerasnya dalam kasus-kasus imigran radikal yang menghadapi pengejaran dan deportasi setelah Perang Dunia I, Inglis mengunjungi perpustakaan Universitas Michigan untuk mencari keterangan mengenai koleksi buku, jurnal, dokumen, kliping, dan berkas catatatan yang didonasikan kawannya Joseph Labadie di tahun 1911. “Jo” Labadie(1) merupakan seorang pemimpin buruh, reformis sosial dan anarkis individualis yang yang telah menghimpun sedemikian banyak bahan-bahan yang mendokumentasikan berbagai peristiwa dan pergerakan dimana ia terlah berpartisipasi selama lebih dari empat puluh tahun karirnya. Inglis menemukan koleksi asli Labadie dalam kondisi yang sama ketika mereka didonasikan: “dalam keadaan baik …meski belum dijilid.” (Inglis 1924). Dia memutuskan menyediakan sedikit waktu secara sukarela dalam perpustakaan untuk membongkar dan mensortir bahan-bahan tersebut. Waktu yang pendek itu berubah menjadi pelayanan tanpa gaji dan termasyur selama 28 tahun. Selama masa itu dia tak hanya menata sejumlah besar koleksi, namun meningkatkannya sehingga dua puluh kali lipat dari jumlah awal. Dia memolesnya menjadi bahan yang mudah dan dapat dinikmati hingga sekarang. Koleksi itu bahkan dihargai di antara perpustakaan lain yang mendokumentasikan sejarah dan filosofi anarkisme dan gerakan sosial dan politik yang lain. Kehidupan Inglis sebagai seorang anarkis dan pustakawan memberi contoh yang sangat baik mengenai persinggungan antara cita-cita politik dan kepustakwanan.

(more…)

Print This Post Print This Post