Yang Merah dan Yang Hijau

Perspektif Kiri Dalam Memahami Ekologi
Oleh: Katherine Yih

Gerakan pro-lingkungan di AS, menurut perkiraan Murray Bookchin, “bisa jadi merupakan salah satu gerakan paling radikal dalam kurun waktu sejak tahun enam puluhan hingga sekarang.” Perspektif ekologi radikal, yang meliputi ekologi mendalam, ekologi sosial, bioregionalisme, ekofeminisme, maupun pandangan-pandangan Marxis, semuanya mengandung beberapa kritik mendasar atas tatanan politik/ekonomi/ sosial yang berkembang di dunia, yang karena itu membedakannya dari environmentalisme arus-utama (terkemuka). Namun, sekalipun tanpa para environmentalis arus-utama (terkemuka), apakah “gerakan” tersebut—yang lebih merupakan pencampuradukan organisasi-organisasi yang terbangun oleh beragam idelogi dan menerapkan strategi yang jauh saling berbeda—benar- benar memiliki kemauan atau kemampuan untuk mewujudkan perubahan struktural yang dibutuhkan guna menunda dan memulihkan kehancuran lingkungan?

(more…)

Print This Post Print This Post

Konsepsi Partai Politik dalam Marxisme (Non-Bolshevikisme)

Oleh: Dyonisus

Saat seorang penulis di abad ke-19 menulis tentang “gerakan sosial”, yang mereka maksudkan adalah gerakan buruh dalam berbagai macam manifestasinya —klub-klub politis, serikat-serikat pekerja yang berdasarkan pada hasil produksinya, kooperatif, komuniti-komuniti utopia atau gerakan massa seperti Chartis—sebagaimana, dalam membahas mengenai “pertanyaan sosial”, yang mereka maksud adalah pertanyaan seputar isu buruh, kondisi kelas pekerja industrial. Marx juga menulis mengenai gerakan buruh, atau gerakan pekerja, tetapi ia juga menggunakan terminologi “partai” dalam beberapa bentuknya; bagaimanapun juga, jelas bahwa ia sama sekali tidak membahas, pada intinya, pada tipe modern dari partai politik, dan dalam faktanya ia menggunakan terminologi tersebut untuk mendeskripsikan berbagai jenis organisasi yang berbeda. Misalnya, Marx membahas Liga Komunis (di mana ia menjadi anggota dari tahun 1847 hingga 1852) sebagai “partai kami” walaupun makna sebuah partai di sini adalah berarti sebuah klub politis. Dalam konteks yang berbeda, ia dan Engels memandang gerakan Chartis sebagai “partai kaum pekerja pertama di masa modern” dan melihat tradisi-tradisi Chartis sebagai sebuah dasar yang dapat dijadikan pijakan untuk membentuk sebuah partai kelas pekerja di Inggris.

(more…)

Print This Post Print This Post

HUBUNGAN MARXISME LIBERTARIAN DAN ANARKISME

oleh : Wayne Price

…Kusimpulkan sekali lagi, dan lagi ,bahwa apa yang secara perlahan dan tidak sempurna kutuju secara penuh dan terang-terangkan (bisa saya katakana, begitu indah) adalah apa yang dikatakan oleh Karl Marx. Jadi, aku juga adalah seorang Marxis! Aku memutuskannya secara tegas, bahwa hal ini sangat baik menjadi tradisi dan memiliki kawan-kawan yang bijak. Ini adalah Marx sebagai seorang psikolog sosial. Tapi sebagaimana aksi politik yang terhormat … saya tidak melihat slogan-slogan para Marxian, termasuk Marx sendiri, yang menuju ke sosialisme yang damai (yaitu hilangnya negara dan kekuatan koersif lainnya); justru mereka menghindari hal ini. Bakunin memang benar. Dan saya sepakat dengan Kropotkin. (Paul Goodman, 1962; 34)

Saat ini arus kebangkitan kembali anarkisme di seluruh dunia dijadikan landasan atas kemunduran Marxisme. Meski demikian, ini menyisakan sebuah pertalian antara Marxisme (Marxisme libertarian atau otonomis) dengan kaum anarkis yang memiliki kedekatan dan bahkan menjadi pengikut anarkisme.

(more…)

Print This Post Print This Post

MENUJU GERAKAN MAHASISWA SINDIKALIS, Atau Meninjau Ulang Reforma Universitas

Oleh: Carl Davidson

Selama beberapa tahun terakhir, kita telah melihat berbagai gerakan kampus yang berkembang di seputar isu ‘reforma universitas.’ Sebagian kecil dari gerakan ini mampu memiliki basis massa selama periode yang singkat. Beberapa diantaranya membawa perubahan-perubahan kecil dalam hal peraturan dan regulasi kampus. Namun hampir seluruhnya gagal merubah secara radikal komunitas universitas, atau bahkan untuk sekedar mempertahankan eksistensi mereka sendiri. Apa makna dari fenomena ini? Bagaimana kita menghindari hal serupa di masa mendatang? Mengapa harus repot-repot dengan reforma universitas?

(more…)

Print This Post Print This Post