Menuju Anarkisme

Oleh: Errico Malatesta

Sudah merupakan opini umum bahwa kita, karena menyebut diri kita masing-masing revolusionis, mengharapkan Anarkisme tercapai dengan satu hentakan sebagai suatu hasil yang paling cepat dari sebuah perlawanan yang secara keras menyerang semua yang sedang eksis dan menggantikannya dengan sesuatu yang baru. Dan sebenarnya ide ini tidak mengecewakan beberapa komrad yang juga mengekspresikan suatu revolusi dalam bentuk demikian.

Pemikiran ini menjelaskan mengapa banyak musuh-musuh kita yang jujur percaya bahwa Anarkisme merupakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi; dan pemikiran tadi pula menjelaskan mengapa beberapa komrad, merasa muak dengan kondisi moral masyarakat pada saat ini dan melihat Anarkisme tidak dapat segera tercapai, tergoyahkan diantara dogma-dogma yang sangat ekstrim dan membutakan mereka terhadap realita kehidupan serta oportunisme yang membuat mereka lupa bahwa mereka adalah Anarkis, karena alasan-alasan inilah siapa saja seharusnya berjuang untuk Anarkisme.

(more…)

Print This Post Print This Post

Marxisme Anarkisme dan Masa Depan

PEMIKIRAN NOAM CHOMSKY TERHADAP MARXISME, ANARKISME DAN HARAPAN UNTUK MASA DEPAN

Noam Chomsky terkenal luas karena kritikannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan untuk karya-karyanya sebagai seorang ahli linguistik. Sedikit kurang dikenal adalah dukungannya yang berlanjut untuk tujuan-tujuan sosialis libertarian. Dalam wawancara khusus dengan Red and Black Revolution (RBR), Chomsky memaparkan pandangannya mengenai Anarkisme dan Marxisme, dan prospek sosialisme kini. Wawancara ini dilaksanakan pada bulan Mei 1995 oleh Kevin Doyle.

(more…)

Print This Post Print This Post

Anarki yang Ideal

Oleh : Peter Kropotkin

ANARKISME (dari bahasa Yunani an- dan archos, tanpa otoritas), nama yang diambil untuk suatu prinsip atau teori dan tuntunan hidup bahwa masyarakat dibangun tanpa pemerintah –harmoni di dalam masyarakat tersebut dijaga, bukan atas dasar ketertundukan akan hukum atau oleh kepatuhan pada otoritas tertentu, tetapi oleh persetujuan bebas yang melibatkan bermacam-macam kelompok, teritorial dan profesional, dinyatakan secara bebas atas kepentingan produksi dan konsumsi, seperti juga halnya bagi kepuasan atas berbagai macam kebutuhan dan aspirasi infinitif semua insan masyarakat.

Di dalam masyarakat yang dibangun atas garis ini, asosiasi voluntaristik yang kini telah mulai menyebar seluruh wilayah aktivitas manusia akan mengambil ekstensitas yang makin membesar sehingga suatu hari nanti akan menggantikan fungsi-fungsi yang sekarang ini diperankan oleh negara.

(more…)

Print This Post Print This Post

Kenapa Bendera Hitam

Kenapa Bendera Hitam Jadi Lambang dari Revolusi/Pergerakan semua Anarkis di seluruh dunia?

Bendera hitam, pada mulanya digunakan oleh ‘work or death’ (bekerja atau mati) sebuah demonstrasi yang dilakukan oleh kaum pegangguran di Perancis pada tahun 1831. Tapi sebenarnya akar dari bagaimana bendera hitam jadi sebuah simbol dari revolusi telah ada jauh sebelum demonstrasi tersebut terjadi.

Sekitar tahun 1400, sebuah grup radical “Free Spirit” di Czechoslavakia memakai bendera hitam dengan gambar piala berwarna merah ditengahnya. Lalu, bendera hitam dilaporkan juga digunakan dalam perang kaum tani di Jerman tahun 1525. Dan tentu saja, bajak laut jaman dulu juga mengibarkan “Jolly Roger”, sebuah bendera hitam dengan gambar tengkorak dan tulang yang disilangkan. Masih banyak kelompok-kelompok atau revolusi lainnya yang menggunakan bendera hitam sebagai lambang revolusinya. Dan tentu saja, banyak kelompok-kelompok punx dan kelompok-kelompok anarkis di seluruh dunia yang juga mengibarkan bendera hitam.

(more…)

Print This Post Print This Post

Materialisme Dialektis

Oleh: John Pickard

JIKA kita membahas metode Marxisme, maka kita sedang bergelut dengan ide-ide yang memberikan basis bagi aktivitas-aktivitas kita dalam gerakan buruh, argumen-argumen yang kita kemukakan ketika kita mengikuti diskusi-diskusi, ataupun artikel-artikel yang kita tulis. Telah secara umum diterima bahwa Marxisme mengambil bentuknya dari tiga akar pokok. Salah satu dari akar itu ialah analisis Marx tentang politik Perancis, khususnya revolusi borjuis di Perancis tahun 1790-an, dan perjuangan-perjuangan kelas berikutnya selama awal abad ke-19. Akar lain dari Marxisme adalah apa yang disebut ‘ekonomi Inggris’, yaitu analisis Marx tentang sistem kapitalis seperti yang berkembang di Inggris. Akar ketiga dari Marxisme, yang menurut sejarahnya merupakan titik permulaan Marxisme, adalah ‘filsafat’ Jerman, dan aspek filsafat inilah yang ingin saya bahas di sini.

(more…)

Print This Post Print This Post

Apakah Anarkisme itu

Pengantar tulisan Rudolf Rocker
Sebuah Introduksi

terahir lacak modifikasi 02 Mei 2002

Peradaban modern yang kita tinggali ini sebenarnya telah menghadapi tiga masalah pokok yang potensial untuk menyebabkan terjadinya berbagai krisis, yaitu: (1) Kemerosotan tingkat sosial; seperti meningkatnya angka kemiskinan, pengangguran, alienasi, kekerasan, kejahatan, pelacuran, penyalahgunaan obat-obatan, apatisme politik, dehumanisasi, dsb, (2) Penghancuran ekosistem planet bumi yang semakin tidak terkendali, yang sebenarnya adalah sebuah masalah yang sangat urgen sebab menyangkut kehidupan semua jenis kehidupan di muka bumi, dan (3) Perlombaan masalah senjata oleh berbagai negara yang tampaknya malahan menjadi topik pembahasan utama daripada menyoroti dan menanggulangi masalah-masalah kemanusiaan. Opini-opini yang ortodok, yang ‘dimapankan’ oleh media massa milik pemerintah dan oleh berbagai kebijaksanaan dari para pemegang tampuk kekuasaan, politisi dan para elit-elit politik, mengatakan bahwa semua hal diatas tidak saling berkaitan dan mempunyai sebab yang berbeda satu sama lainnya. Kenyataannya berbagai pendekatan yang ‘dilakukan’ oleh mereka hanya akan terus menemui jalan buntu, sementara semua masalah terus bertambah parah. Kecuali tidak kita sendiri yang mengambil langkah yang efektif untuk berusaha menanggulangi hal-hal tersebut, kehancuran semua kehidupan di muka bumi ini akan segera muncul dihadapan kita.

(more…)

Print This Post Print This Post

Anarkisme dan Pekerja

terahir lacak modifikasi 02 Mei 2002

KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK TINGGAL DI TEMPAT YANG KITA PILIH

KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK BEKERJA DI TEMPAT YANG KITA PILIH

KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK PERGI KE TEMPAT YANG KITA PILIH

KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK BEKERJA SAMA DENGAN SIAPAPUN YANG KITA PILIH

KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK BERBICARA DENGAN BAHASA YANG KITA PILIH

KITA SEMUA MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMILIKI PRIVASI SENDIRI

(more…)

Print This Post Print This Post

KOMUNISME LIBERTARIAN

oleh Daniel Guerin

Dari semua buku yang aku baca, di tahun 1930, diatas kapal yang membawaku ke Indocina, buku yang berderet dari Marx hingga Proudhon, Georges Sorel, hingga Hubert Lagardelle, Fernand Pelloutier, Lenin dan Trotsky, buku-buku karya Marx-lah yang tanpa diragukan menghasilkan dampak paling besar pada diriku. Buku-buku ini membuka mataku, menyingkap misteri nilai-lebih sistem kapitalis, mengajariku tentang dialektika dan materialisme historis. Sejak saat itu, aku memasuki gerakan revolusioner, membuang kelaut semua pemikiran borjuisku. Aku sejak dari awal, secara insting anti-Stalinis ; pada saat itu aku seorang sosialis kiri yang mengambil pendirian disekitar Marceau Pivert dan seorang sindikalis revolusioner dibawah pengaruh Pierre Monatte. Dikemudian hari, tulisan-tulisan Bakunin, dalam enam-volume edisi terbitan Max Nettlau/James Guillaume, jadi semacam operasi katarak yang kedua bagi diriku. Tulisan-tulisan ini meninggalkan bekas selamanya dalam diriku yang menjadi alergi dengan setiap versi sosialisme yang otoriter, apakah mereka menyebut diri Jacobin, Marxis atau Trotskyis.

(more…)

Print This Post Print This Post