Perempuan Merdeka Spanyol

Kondisi mayoritas masyarakat Spanyol diantara tahun 1920an sampai dengan 1930an cukup memprihatinkan. Khususnya bagi kaum perempuan, pada masa-masa ini di Spanyol terjadi pembagian gender yang cukup ekstrim. Secara ekonomi kaum perempuan sangat bergantung pada laki-laki, kerja-kerja rumah tangga serta kewajiban untuk mengurus anak menjadi tugas khusus kaum perempuan. Di kota dan di desa upah perempuan lebih rendah dari laki-laki. Sebagai contoh gaji rata-rata perhari pekerja laki-laki dari pagi hingga sore adalah 5 pesetas dan pekerja perempuan hanya setengahnya.

Keduanya menjalankan kehidupan yang terpisah. ‘Lingkaran sosial perempuan hanya berputar di sekitar kaum perempuan lainnya: anggota keluarga, tetangga, rekan kerja, atau orang-orang yang mereka temui di pasar. Sementara kaum laki-laki, juga hanya berada di sekitar dunia laki-lakinya yang lebih dominan, seperti di pabrik, pertemuan serikat pekerja, hingga di bar-bar lokal.

(more…)

Print This Post Print This Post

Hubungan Feminisme dan Vegetarianisme

“Dosa terburuk terhadap sesama makhluk hidup bukan dengan membenci, namun dengan mengacuhkan mereka. Ini adalah bibit dari ketidakmanusiawian.” (George Bernard Shaw)

KITA memaksa binatang melayani ‘kebutuhan’ manusia. Sebagai contoh dalam hal makanan, pakaian, ilmu pengetahuan, hiburan, teman, olah raga, dan berbagai macam lainnya. Dalam kehidupannya, perempuan dalam beberapa hal mengalami eksploitasi serupa. Keduanya berada dalam tekanan budaya garis laki-laki, dan mengalami pengurangan kebebasan – meskipun biasanya hal yang lebih parah terjadi pada binatang. Sebagian besar masyarakat tidak menyadari diskriminasi seperti pengubahan fungsi bahasa sehingga dapat digolongkan ke dalam pelecehan. Dan lebih banyak lagi, kita tidak (mau) melihat ketidakadilan dan kekejaman yang mengatasnamakan kelebihan kelompok (tertentu) manusia dari sesama makhluk.

(more…)

Print This Post Print This Post