CNT-AIT : Inilah Perang Kelas

CNT-AIT (Federasi Anarkis Sindikalis) adalah organisasi kelompok-kelompok dan perorangan-perorangan yang sudah bergobung hendak mengubahi masyarakat tempat kita hidup. Hendak memperbaiki nasib orang-orang kelas buruh.

Masyarakat ini dibagi-bagi menjadi kelas-kelas berdasarkan penguasaannya kekayaannya dan lembaga-lembaganya. Golongan yang berkuasaialah orang-orang yang ’memiliki’ paberik-paberik atau sumber-sumber alam. Ada di antaranya yang punya saham-saham atau jadi ketua dewan perusahaan-perusahaan dan sebagainya. Biasanya mereka didukung oleh kelas menengah, yang mendapat kedudukannya dalam masyarakat sebagai hasil perlindungan oleh golongan yang berkuasa yaitu menguasai serta mengatur/memecahbelahkan kelas buruh yang melakukan segala pekerjaan yang perlu. Masyarakat macam ini adalah sumber kebanyakan masalah-masalah yang dialami orang-orang kelas buruh di seluruhdunia. Golongen yang berkuasa berfekad menjaga kedudukannya yang istimewa itu maka harus dimusnahkan. Imilah perang kelas. Perubahan yang benar-benar hanya mewujud kalau orang-orang kelas buruh mengorganisir diri sendiri untuk menghadapi masalah-masalah yang dialami mereka. Kita harus memperlengkapi segala sesuatu untuk diri kita sendiri.

(more…)

Print This Post Print This Post

KEMEROSOTAN DAN KEJATUHAN DUNIA TONTONAN : SAAT PENONTON BERTRANSFORMASI MENJADI AKTOR

PEMBERONTAKAN ARGENTINA TAHUN 2001
INTRODUKSI

Sudah sejak beberapa tahun ke belakang, sejak pemerintah mulai memotong sedikit demi sedikit subsidi negara bagi BBM dan TDL–yang buat saya jelas, bahwa hal ini sangat memberatkan sejak saya tidak lagi bergantung pada orang tua–dan diikuti oleh kenaikan semua harga, tentu saja. Beberapa kali saya melibatkan diri saya dalam aksi demonstrasi yang menolak keputusan pemerintah tersebut; kekuatan kami terlalu sedikit dalam menggalang aksi berbentuk aksi massa demonstrasi: orang-orang yang kami beri selebaran tampak semakin tidak peduli karena mereka sudah terlalu kebal terhadap isu ini dan kenaikan harga, dan yang paling menyedihkan adalah saat kawan-kawan saya sendiri yang bersama-sama mengikuti demonstrasi tersebut sebenarnya tidak terlalu menaruh perhatian yang dalam mengenai isu tersebut yang saya kira alasannya adalah bahwa mereka tidak terlalu terhimpit oleh masalah ekonomi–tinggal pulang ke rumah, menengadahkan tangan dan orang tua mereka akan mendermakan sebagian hartanya pada mereka; dan apabila tidak, mereka masih bisa sekedar menumpang makan dan tidur tanpa harus membayar biaya sewa atau apapun. Dengan demikian terus terang saya semakin tidak bisa membayangkan bagaimana semua hal ini akan dapat berubah; revolusi yang seharusnya berarti pentransformasian nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, tampak semakin jauh, menjauh dari horizon dan semakin mengabur tercampur dan melebur dalam kabut. Tampaknya memang begitu, dalam masyarakat yang pasif seperti ini, revolusi terlihat hanyalah sebuah mimpi dimana kita mau tidak mau harus bangun dan mengakhiri mimpi. Ini semua terjadi di benak saya sendiri, hingga akhir tahun 2001 lalu, saat saya yang tak berlangganan media apapun secara tak sengaja membaca sebuah artikel dalam sebuah koran harian resmi pemerintah: Pemberontakan Massa di Argentina. Bum! Dan seakan seperti sebuah kebetulan, seorang kawan saya di Jakarta beberapa saat kemudian mengirimi saya sejumlah jurnal sosialis dan beberapa majalah yang hampir semuanya membawa isu soal Argentina di dalamnya. Dan kembali saya menyadari, bahwa Argentina telah datang membuktikan kepada dunia, kepada ribuan orang-orang yang mungkin berpikiran seperti saya, bahwa revolusi masih mampu untuk muncul dan eksis di abad yang kosong ini di tengah-tengah kebisuan mayoritas yang menindas.

(more…)

Print This Post Print This Post

BAGAIMANA LENIN MENGGIRING PADA MUNCULNYA STALIN

BAGI kaum kiri-jauh Leninis, ambruknya Republik Sosialis Uni Soviet telah melontarkan lebih banyak pertanyaan ketimbang yang terjawab. Kalau Uni Soviet benar-benar merupakan sebuah ’negara pekerja’, mengapa para pekerja tidak mau membelanya ? Mengapa pada kenyataannya mereka menyambut hangat datangnya perubahan ?

Apa yang terjadi pada “revolusi politik ataukah kontra-revolusi berdarah” -nya Trotsky ? Organisasi-organisasi Leninis yang tak lagi memandang Uni Soviet sebagai negara pekerja juga belum bisa lepas dari kontradiksi-kontradiksi tersebut. Kalau memang Stalin merupakan sumber permasalahan, mengapa ada begitu banyak pekerja Rusia yang menyalahkan Lenin serta pemimpin-pemimpin Bolshevik lainnya ?

(more…)

Print This Post Print This Post