Published on October 7, 2008 by HarisX
Pertama kali diterbitkan di Red & Black Revolution No 2 1996
Noam Chomsky dikenal luas karena kritikannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan karya-karyanya sebagai seorang ahli linguistik. Yang justru kurang dikenal darinya adalah dukungannya yang terus menerus bagi tujuan-tujuan sosialis libertarian. Dalam wawancara khusus dengan Red and Black Revolution (RBR), Chomsky memaparkan pandangannya mengenai Anarkisme dan Marxisme, dan prospek sosialisme kini. Wawancara ini dilaksanakan pada bulan Mei 1995 oleh Kevin Doyle.
(more…)
Print This Post
Published on May 22, 2006 by HarisX
PEMIKIRAN NOAM CHOMSKY TERHADAP MARXISME, ANARKISME DAN HARAPAN UNTUK MASA DEPAN
- Noam Chomsky terkenal luas karena kritikannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan untuk karya-karyanya sebagai seorang ahli linguistik. Sedikit kurang dikenal adalah dukungannya yang berlanjut untuk tujuan-tujuan sosialis libertarian. Dalam wawancara khusus dengan Red and Black Revolution (RBR), Chomsky memaparkan pandangannya mengenai Anarkisme dan Marxisme, dan prospek sosialisme kini. Wawancara ini dilaksanakan pada bulan Mei 1995 oleh Kevin Doyle.
(more…)
Print This Post
Published on December 9, 2005 by HarisX
terjemah: arm_da_spirit@yahoo.com
Wawancara berikut pertamakali diterbitkan dalam Workers Scud – no patriot can catch us! (London, Juni 1991), sebuah koleksi artikel yang mencerminkan sikap mengenai Perang Teluk.
(more…)
Print This Post
Published on May 30, 2005 by HarisX
Oleh : Noam Chomsky
Berbagai pertanyaan kini beredar di antara orang-orang yang khawatir tentang perang. Pada tanggal 1 September 2002, Michael Albert mengajukan selusin dari pertanyaan-pertanyaan itu kepada Noam Chomsky lewat e-mail. Inilah tiga pertanyaan pertama beserta jawaban-jawaban Chomsky… wawancara lengkapnya akan muncul di Z Magazine edisi Oktober.
A : Apakah Saddam Hussein memang telah menjadi sangat jahat seperti yang dikatakan oleh media mainstream? Di dalam negeri? Secara internasional?
C : Ya, dia memang sangat jahat, kira-kira sama jahatnya dengan Soeharto dan monster-monster lainnya di era modern ini. Tak ada seorang pun yang mau berada dalam cengkeramannya. Tetapi, untungnya, jangkauannya tidaklah membentang sangat jauh. Secara internasional, Saddam meng-invasi Iran (dengan dukungan Barat), dan ketika perang itu berlangsung makin sengit, dia pun mulai menggunakan senjata kimia (juga dengan dukungan Barat). Saddam pernah meng-invasi Kuwait dan dengan cepat diusir.
(more…)
Print This Post