<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pustaka Otonomis &#187; Wawancara</title>
	<atom:link href="http://pustaka.otonomis.org/category/wawancara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pustaka.otonomis.org</link>
	<description>Sekedar sebuah weblog WordPress lainnya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Feb 2009 06:21:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Noam Chomsky: Marxisme, Anarkisme dan Harapan untuk Masa Depan</title>
		<link>http://pustaka.otonomis.org/2008/10/07/noam-chomsky-marxisme-anarkisme-dan-harapan-untuk-masa-depan/</link>
		<comments>http://pustaka.otonomis.org/2008/10/07/noam-chomsky-marxisme-anarkisme-dan-harapan-untuk-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 11:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisX</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anarkisme]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustaka.otonomis.org/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Noam Chomsky dikenal luas karena kritikannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan karya-karyanya sebagai seorang ahli linguistik. Yang justru kurang dikenal darinya adalah dukungannya yang terus menerus bagi tujuan-tujuan sosialis libertarian.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Pertama kali diterbitkan di Red &amp; Black Revolution No 2 1996</strong></em></p>
<p><strong>Noam Chomsky</strong> dikenal luas karena kritikannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan karya-karyanya sebagai seorang ahli linguistik. Yang justru kurang dikenal darinya adalah dukungannya yang terus menerus bagi tujuan-tujuan sosialis libertarian. Dalam wawancara khusus dengan Red and Black Revolution (RBR), Chomsky memaparkan pandangannya mengenai Anarkisme dan Marxisme, dan prospek sosialisme kini. Wawancara ini dilaksanakan pada bulan Mei 1995 oleh Kevin Doyle.</p>
<p><span id="more-136"></span></p>
<p><strong>RBR:</strong> Pertama, Noam, Anda sudah cukup lama menjadi penganjur ide-ide anarkis. Banyak orang cukup akrab dengan kata pengantar yang Anda tulis pada tahun 1970 untuk Anarchism, tulisan Daniel Guerin, namun, baru-baru ini, misalnya  dalam film Manufacturing Consent, Anda mengambil kesempatan untuk menunjukkan kembali potensi anarkisme dan ide-ide anarkis. Apa sih yang membuat Anda tertarik pada anarkisme?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya tertarik pada anarkisme sejak masih muda, segera setelah saya mulai berpikir tentang dunia melampaui secara lebih luas, dan saya belum melihat alasan yang cukup untuk mengubah pemikiran awal saya tersebut. Saya pikir, adalah benar untuk mencari dan mengidentifikasi struktur kekuasaan, hirarki dan dominasi dalam semua aspek kehidupan, dan untuk menentangnya; kecuali ada pembenaran yang bisa diberikan terhadap hal tersebut, struktur-struktur tersebut tidak sah, dan harus dihancurkan, untuk meningkatkan lingkup kebebasan manusia. Itu mencakup kekuasaan politik, kepemilikan dan manajemen, hubungan laki-laki dan perempuan, orang tua dan anak-anak, kontrol kita terhadap nasib generasi mendatang (dorongan moral mendasar di belakang gerakan lingkungan hidup, menurut pandangan saya), dan masih banyak lagi. Tentu saja ini merupakan tantangan terhadap institusi raksasa koersi dan kontrol: Negara, tirani privat yang tidak bertanggung jawab yang mengendalikan hampir seluruh ekonomi, dan sektor-sektor lain, domestik dan luar negeri. Tapi, tidak hanya itu saja. Itu adalah apa yang selalu saya anggap sebagai inti anarkisme: keyakinan bahwa beban pembuktian mesti diletakkan di pundak otoritas. Bila tak dapat membuktikan argumen keberadaannya, otoritas tersebut harus dihancurkan. Kadang-kadang beban tersebut dapat dipenuhi. Jika saya sedang berjalan-jalan dengan cucu-cucu saya dan mereka tibatiba berlari ke tengah jalan yang ramai, saya akan menggunakan tidak saja otoritas, melainkan juga paksaan fisik untuk menghentikan mereka. Tindakan tersebut harus ditantang, namun saya pikir, tindakan tersebut dapat menjawab tantangan tersebut. Dan terdapat pula berbagai kasus lain; kehidupan merupakan sesuatu yang kompleks, kita memiliki sangat sedikit pemahaman terhadap manusia dan masyarakat, dan pernyataan yang luas pada umumnya lebih mungkin salah daripada benar, bahkan bisa membahayakan. Namun perspektif ini tetaplah valid, menurut saya, dan bisa membantu kita cukup banyak.</p>
<p>Di luar generalisasi semacam itu, kita bisa mulai melihat permasalahan, dan di situlah pertanyaan mengenai kepentingan manusia dan keperdulian mulai muncul.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Dapat dikatakan bahwa pemikiran dan kritik Anda semakin terkenal kini. Juga bisa ditambahkan bahwa pandangan Anda sangat dihargai. Bagaimana Anda pikir dukungan Anda terhadap anarkisme diterima dalam konteks ini? Khususnya, saya tertarik dengan respon yang Anda terima dari orang-orang yang mulai tertarik pada politik untuk pertama kalinya dan, mungkin, menemukan pemikiran Anda. Apakah orang-orang tersebut terkejut dengan dukungan Anda terhadap anarkisme? Apakah mereka tertarik?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Sebagaimana anda ketahui, budaya intelektual pada umumnya mengasosiasikan &#8216;anarkisme&#8217; dengan kekacauan, kekerasan, pengeboman, gangguan dan lain-lain. Jadi orang kadang-kadang terkejut kalau saya membicarakan anarkisme secara positif dan mengidentifikasikan diri saya dengan tradisi utama di dalamnya. Namun kesan saya adalah bahwa dalam masyarakat luas, ide-ide dasarnya dapat diterima bila segalanya dijernihkan. Tentu saja, bila kita mulai membahas masalah yang lebih spesifik &#8211; katakanlah, sifat keluarga, atau bagaimana bentuk perekonomian dalam masyarakat yang lebih bebas dan adil &#8211; pertanyaan dan kontroversi timbul. Tapi memang seharusnya begitu. Fisika tidak dapat benar-benar menjelaskan bagaimana air mengalir dari keran di wastafel anda. Bila kita mulai mencoba menjawab pertanyaan yang lebih kompleks tentang kemanusiaan, pemahaman kita masih sangat minim, dan banyak ruang untuk perbedaan pendapat, percobaan, eksplorasi kemungkinan secara intelektual maupun kehidupan nyata, untuk membantu kita belajar lebih banyak.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Mungkin, lebih dari pemikiran lainnya, anarkisme telah mengalami masalah penyalahartian. Anarkisme dapat berarti banyak hal bagi banyak orang. Apakah Anda sering kali harus menjelaskan apa yang Anda maksudkan dengan anarkisme? Apakah penyalahartian anarkisme merepotkan Anda?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Semua penyalahartian merepotkan. Asal-muasalnya dapat ditelusuri dari struktur kekuasaan yang memiliki kepentingan untuk mencegah pemahamannya, untuk alasan-alasan yang jelas. Kita bisa merujuk pada Principles of Government karya David Hume. Ia merasa heran karena rakyat tunduk pada penguasanya. Ia menyimpulkan bahwa karena Kekuasaan selalu berada dipihak orang-orang yang diperintah, maka penguasa tidak memiliki dukungan bagi mereka sendiri kecuali opini. Maka, hanya atas opini didirikanlah pemerintahan; dan ini berlaku dari pemerintahan yang paling despotik dan militeristik hingga yang paling bebas dan merakyat. Hume sangat cerdik &#8211; meskipun bukanlah seorang libertarian menurut standar di masa itu. Ia jelas kurang memperhitungkan apa yang dapat dicapai oleh kekuatan rakyat, namun pengamatannya tampak bagi saya pada umumnya benar, dan penting, terutama dalam masyarakat yang lebih bebas, tempat seni mengendalikan opini jauh lebih canggih. Penyalahartian dan bentuk-bentuk pembingungan lainnya merupakan kawan seiring.</p>
<p>Jadi apakah penyalahartian merepotkan saya? Tentu saja, namun demikian pula cuaca yang buruk. Hal ini akan tetap ada selama konsentrasi kekuasaan menimbulkan sejenis kelas komisaris untuk mempertahankannya. Karena biasanya mereka tidak terlalu cerdas, atau cukup cerdas untuk tahu bahwa mereka sebaiknya menghindari ajang fakta dan argumentasi, mereka menggunakan penyalahartian, penjelek-jelekan dan cara-cara lain yang tersedia bagi mereka yang tahu bahwa mereka akan terlindungi oleh berbagai alat yang tersedia bagi yang kuat. Kita harus memahami mengapa ini semua terjadi, dan mengurainya sejauh kita mampu. Itu bagian dari usaha pembebasan &#8211; kita sendiri dan orang-orang lain, atau lebih mungkin, orang-orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan tersebut.</p>
<p>Mungkin hal ini terdengar terlalu menyederhanakan, dan memang demikian. Namun saya masih belum pernah melihat pendapat mengenai kehidupan manusia dan masyarakat yang tidak menyederhanakan permasalahannya, setelah menyingkirkan absurditas dan pembenaran diri sendiri.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Bagaimana dengan kelompok kiri yang lebih mapan, yang bisa diharapkan lebih mengenal apa sebenarnya yang diperjuangkan anarkisme? Apakah Anda mendapatkan kejutan akibat pandangan dan dukungan Anda pada anarkisme?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Bila saya paham apa yang Anda maksud dengan kelompok kiri yang mapan, tidak terdapat banyak kejutan mengenai pandangan saya terhadap anarkisme, karena sangat sedikit yang diketahui orang lain tentang pandangan saya tentang apa pun. Mereka bukan kelompok tempat saya bergaul. Anda akan jarang sekali menemukan referensi tentang apa pun yang saya katakan atau tulis. Tentu saja, itu tidak sepenuhnya benar. Jadi, di AS (namun lebih jarang di Inggris atau di tempat-tempat lain), Anda akan menemukan sejumlah pemahaman tentang apa yang saya lakukan, pada sejumlah sektor yang lebih kritis dan independen dari apa yang dapat dikatakan sebagai kelompok kiri yang mapan, dan saya memiliki kawan-kawan pribadi dan rekan-rekan yang tersebar di sana-sini. Namun, lihatlah buku-buku dan jurnal-jurnal, dan Anda akan paham maksud saya. Saya tidak menganggap bahwa apa yang saya tulis atau katakan akan lebih diterima oleh kelompok-kelompok tersebut daripada di himpunan mahasiswa atau ruang editor &#8211; tentu saja dengan pengecualian. Pertanyaan ini muncul begitu terbatas, sehingga sukar dijawab.</p>
<p><strong>RBR: </strong>Sejumlah orang memperhatikan bahwa Anda menggunakan istilah &#8220;sosialis libertarian&#8221; dalam konteks yang sama dengan &#8220;anarkisme&#8221;. Apakah menurut Anda kedua istilah itu serupa? Apakah anarkisme menurut Anda sejenis sosialisme? Pernah dikatakan bahwa anarkisme adalah sosialisme dengan kebebasan. Setujukah Anda dengan pandangan sederhana ini?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Pengantar buku Guerin yang Anda kutip itu diawali kutipan dari seorang pendukung anarkisme seabad lalu, yang mengatakan bahwa anarkisme memiliki punggung yang lebar, dan dapat memikul beban seberat apapun. Satu unsur penting anarkisme adalah apa yang secara tradisional disebut &#8220;sosialisme libertarian&#8221;. Saya telah mencoba untuk menjelaskan di sana dan di situasi-situasi lain apa yang saya maksudkan dengan itu, menekankan itu sangat original; saya mengambil ide itu dari pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh gerakan anarkis terkemuka yang saya kutip, dan secara konsisten menggambarkan diri mereka sebagai sosialis, dan pada saat yang sama mengutuk dengan kuat &#8220;kelas baru&#8221; intelektual radikal yang berusaha mendapatkan kekuasaan negara dalam arus perjuangan rakyat dan menjadi birokrasi Merah yang kejam sebagaimana diperingatkan Bakunin; yang sering disebut sebagai &#8220;sosialisme&#8221;. Saya cenderung setuju dengan persepsi Rudolf Rocker bahwa kecenderungan (penting) dalam anarkisme ini ditarik dari pemikiran terbaik Pencerahan dan liberal klasik, jauh melebihi yang digambarkannya. Bahkan, sebagaimana telah coba saya tunjukkan, mereka berbeda sangat tajam, bahkan bertentangan, dengan doktrin dan praktik Marxis-Leninis, doktrin &#8220;libertarian&#8221; yang populer di AS dan Inggris, dan dengan ideologi kontemporer lainnya, yang semuanya pada intinya tampak mendukung satu atau yang lain, bentuk otoritas yang tidak sah, bahkan cukup sering tirani betulan.</p>
<p><strong>Revolusi Spanyol</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Dulu, bila Anda berbicara tentang anarkisme, Anda sering menekankan contoh Revolusi Spanyol. Bagi Anda, tampaknya ada dua aspek revolusi ini. Pertama, revolusi di Spanyol ini Anda katakan sebagai contoh bagus &#8220;anarkisme dalam praktik&#8221;. Kedua, Anda juga menekankan bahwa revolusi Spanyol merupakan contoh bagus mengenai apa yang bisa dicapai buruh melalui usaha mereka sendiri dengan menggunakan demokrasi partisipatoris. Apakah kedua aspek ini &#8211; anarkisme dalam praktik dan demokrasi partisipatoris &#8211; merupakan hal yang serupa? Apakah anarkisme merupakan filsafat kekuatan rakyat?</p>
<p><strong>CHOMSKY: </strong>Saya ragu-ragu menggunakan kata-kata rumit seperti filsafat untuk menjelaskan apa yang sebenarnya sederhana saja. Saya juga tidak nyaman dengan slogan-slogan demikian. Pencapaian buruh dan buruh tani Spanyol, sebelum revolusi ditindas, sangat mengesankan dalam berbagai hal. Istilah &#8220;demokrasi partisipatoris&#8221; merupakan istilah yang lebih baru, yang berkembang dalam konteks yang berbeda, namun terdapat beberapa kesamaan. Saya mohon maaf bila ini tidak jelas, namun itu karena saya menganggap baik konsep anarkisme maupun demokrasi partisipatoris cukup jelas untuk menjawab pertanyaan apakah keduanya sama.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Salah satu pencapaian utama Revolusi Spanyol adalah tingkat demokrasi akar rumput yang dihasilkan. Lebih dari 3 juta orang terlibat. Produksi di wilayah perkotaan dan pedesaan dikelola para pekerja sendiri. Apakah merupakan kebetulan bila anarkis, yang dikenal atas dukungan mereka terhadap kemerdekaan individual, berhasil dalam bidang administrasi kolektif?</p>
<p><strong>CHOMSKY: </strong>Sama sekali bukan kebetulan. Gejala-gejala dalam anarkisme yang saya pandang paling persuasif mendorong tercapainya masyarakat yang sangat terorganisir, mengintegrasikan berbagai jenis struktur (tempat kerja, komunitas dan berbagai bentuk lain asosiasi suka rela), namun dikendalikan oleh para pesertanya, bukan oleh mereka yang berada pada kedudukan untuk memerintah (kecuali, lagi, bila otoritas bisa dianggap sah, sebagaimana pada beberapa hal tertentu).</p>
<p><strong>Demokrasi</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Anarkis sering kali menghabiskan banyak tenaga membangun demokrasi akar rumput. Bahkan, mereka sering dituduh membawa demokrasi ke tingkatan ekstrim. Namun, banyak anarkis yang tidak mau menganggap demokrasi sebagai komponen penting dalam filsafat anarkis. Anarkis sering kali menggambarkan politik mereka sebagai &#8220;tentang sosialisme&#8221; atau &#8220;tentang individu&#8221; &#8211; jarang tentang demokrasi. Apakah Anda setuju bahwa pemikiran demokratik merupakan unsur utama anarkisme?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Kritik terhadap &#8220;demokrasi&#8221; oleh para anarkis pada umumnya adalah kritik terhadap demokrasi parlementer, karena ia timbul dalam masyarakat dengan ciri-ciri yang amat represif. Misalkan AS, yang &#8220;bebas&#8221;, sejak awal mulanya. Demokrasi Amerika berdasarkan pada prinsip, ditekankan oleh James Madison dalam Konvensi Konstitusional tahun 1787, bahwa fungsi utama pemerintahan adalah untuk melindungi minoritas yang berkelebihan dari mayoritas. Kemudian ia mengingatkan bahwa di Inggris, satu-satunya model kuasi-demokratik pada masa itu, jika rakyat kebanyakan diizinkan memiliki peran dalam urusan publik, mereka akan menerapkan reformasi agraria atau &#8220;kekejaman&#8221; lain, dan bahwa sistem Amerika harus direkayasa sedemikian agar mencegah kejahatan terhadap hak-hak kepemilikan, yang harus dilindungi (bahkan, harus berjaya). Demokrasi parlementer dalam kerangka ini memang layak mendapatkan kritikan keras oleh kaum libertarian sejati, dan saya masih menyisakan berbagai cirinya yang sangat jelas &#8211; perbudakan, sebagai salah satu contoh, atau perbudakan demi upah yang sangat dikutuk oleh kaum buruh yang tidak pernah mendengar tentang anarkisme atau komunisme hingga abad ke-19 dan sesudahnya.</p>
<p><strong>Leninisme</strong></p>
<p><strong>RBR: </strong>Pentingnya demokrasi akar rumput untuk bagi setiap perubahan yang berarti dalam masyarakat jelas dengan sendirinya. Namun, kelompok kiri sendiri tidak memiliki pandangan yang jelas mengenai hal ini di masa lalu. Saya berbicara mengenai demokrasi sosialis pada umumnya, namun juga mengenai Bolshevikisme &#8211; tradisi-tradisi kiri yang memiliki lebih banyak kemiripan dengan pemikiran elitis daripada praktik demokratik yang sebenarnya. Lenin, sebagai contoh yang lazim, meragukan bahwa para buruh bisa mengembangkan lebih dari kesadaran serikat pekerja &#8211; yang saya artikan bahwa ia menganggap bahwa para buruh tidak bisa melihat jauh ke depan di luar keadaan mereka sendiri. Hampir sama dengan sosialis Fabian, Beatrice Webb, yang sangat berpengaruh di kalangan Partai Buruh di Inggris, berpandangan bahwa para buruh hanya tertarik pada taruhan pacuan kuda!. Dari mana elitisme ini timbul dan apa yang dikerjakannya di kalangan kiri?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya kira, sukar menjawab pertanyaan ini. Jika kelompok kiri mencakup &#8220;Bolshevikisme&#8221;, maka saya akan terang-terangan memisahkan diri dari kelompok kiri. Dalam pandangan saya, Lenin adalah salah satu musuh terbesar sosialisme, karena alasan-alasan yang telah saya sampaikan. Pemikiran bahwa buruh hanya tertarik pada taruhan pacuan kuda merupakan absurditas yang akan terbukti kesalahannya dengan sedikit saja memperhatikan sejarah perburuhan atau pers kelas buruh yang independen dan aktif yang tumbuh di berbagai tempat, termasuk kota-kota manufaktur New England yang tidak jauh dari tempat saya menulis ini &#8211; ditambah lagi catatan inspirasional perjuangan berani rakyat yang ditindas sepanjang sejarah hingga kini. Tengok saja pojokan yang paling buruk di belahan dunia ini, Haiti, yang dianggap oleh para penakluk Eropa sebagai surga dan sumber kekayaan Eropa yang cukup penting, yang kini hancur, mungkin tanpa mungkin diperbaiki lagi. Dalam beberapa tahun belakangan, dalam kondisi yang sedemikian buruk sehingga tak terbayangkan oleh penduduk negara-negara kaya, rakyat jelata dan kaum miskin kota membangun gerakan demokratik kerakyatan yang berdasar pada organisasi akar rumput yang melampaui pencapaian di negeri manapun yang saya tahu; hanya komisaris yang sangat berkomitmen yang tidak jatuh terbahak-bahak apabila mendengar pernyataan sungguh-sungguh intelektual dan pemimpin politik AS mengenai rencana AS mengajari rakyat Haiti tentang demokrasi. Pencapaian mereka sedemikian besar dan mencemaskan penguasa sehingga mereka sekali lagi ditindas dengan teror yang kejam, dengan dukungan AS yang jauh lebih besar daripada yang ia akui, dan mereka tetap tidak menyerah. Apakah mereka (rakyat &#8212; ed) hanya tertarik pacuan kuda?</p>
<p>Saya menyarankan suatu kutipan dari Rousseau: ketika saya melihat segerombolan orang tak beradab yang telanjang bulat menertawakan kebejatan moral Eropa, dan  menahan lapar, api, pedang dan kematian untuk mempertahankan satu-satunya kemerdekaan mereka, saya merasa bahwa tidak pantas bagi para budak untuk berpikir tentang kebebasan.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Berbicara mengenai hal umum kembali, karya-karya Anda &#8211; Deterring Democracy, Necessary Illusions dan lain-lain &#8211; secara konsisten membahas peran dan banyaknya pemikiran elitis dalam masyarakat seperti masyarakat kita. Anda menyatakan bahwa dalam demokrasi &#8220;Barat&#8221; (atau parlementer) terdapat antagonisme terhadap peran atau masukan konkrit dari massa rakyat, kalau-kalau ia mengancam distribusi kekayaan yang tidak adil, yang menguntungkan yang kaya. Karya-karya Anda cukup meyakinkan dalam hal ini, namun, terlepas dari ini, beberapa orang terkejut dengan pernyataan Anda. Sebagai contoh, Anda membandingkan politik Presiden J. F. Kennedy dengan Lenin, lebih kurang menyejajarkan keduanya. Ini, bisa saya tambahkan, mengejutkan pendukung kedua pihak!. Dapatkan Anda mengelaborasi lebih lanjut validitas perbandingan ini?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya sebenarnya tidak mensejajarkan doktrin intelektual liberal administrasi Kennedy dengan Leninis, namun mencatat beberapa keserupaan yang mencolok &#8211; seperti diramalkan Bakunin seabad lalu dalam komentarnya mengenai kelas baru ini. Sebagai contoh, saya mengutip pernyataan McNamara mengenai perlunya meningkatkan pengendalian manajerial untuk benar-benar bebas, dan bahwa kurangnya manajemen menjadi ancaman bagi demokrasi, benar-benar suatu pembodohan. Ubahlah beberapa kata dalam pernyataan tersebut, dan kita mendapatkan doktrin Leninis yang standard. Saya menganggap bahwa akar masalah keduanya cukup dalam. Tanpa klarifikasi lebih lanjut tentang apa yang mengejutkan orang, saya tidak bisa berkomentar lebih lanjut. Perbandingan ini spesifik, dan saya pikir keduanya cukup layak dan tepat. Jika tidak, itu merupakan kesalahan, dan saya sangat tertarik untuk mendapat pencerahan akan masalah ini.</p>
<p><strong>Marxisme</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Secara spesifik, Leninisme merujuk pada suatu bentuk Marxisme yang berkembang bersama V. I. Lenin. Apakah Anda secara tersirat membedakan karya-karya Marx dari kritikan khusus Anda terhadap Lenin bila Anda menggunakan istilah &#8220;Leninisme&#8221;? Apakah Anda melihat keberlanjutan antara pandangan Marx dengan praktik Lenin di kemudian hari?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Pernyataan Bakunin tentang bahaya birokrasi Merah yang akan menjadi pemerintahan despotik yang terburuk diantara semua yang telah dikumandangkan jauh sebelum Lenin, dan diarahkan kepada pengikut Marx. Sebenarnya, terdapat banyak pengikut Marx dari berbagai jenis; Pannekoek, Luxembourg, Mattick dan lain-lainnya sangat berbeda dengan Lenin, dan pandangan mereka seringkali serupa dengan anarko-sindikalis. Bahkan, Korsch dan kawan-kawannya menulis secara simpatik mengenai revolusi anarkis di Spanyol. Terdapat keberlanjutan antara Marx dan Lenin, namun terdapat pula keberlanjutan ke kaum Marxis yang sangat kritis kepada Lenin dan Bolshevikisme. Karya Theodor Shanin mengenai sikap Marx di kemudian hari terhadap revolusi petani juga relevan di sini. Saya jauh dari seorang ahli Marx, dan tidak akan mencoba-coba memberikan penilaian serius mengenai mana yang merupakan kelanjutan &#8220;Marx sebenarnya&#8221;, bahkan bila pertanyaan tersebut bisa terjawab.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Baru-baru ini, kami mendapatkan sebuah eksemplar Catatan tentang Anarkisme (yang diterbitkan kembali oleh Buletin Diskusi di AS tahun lalu). Di dalamnya Anda menunjukkan pandangan Marx muda, terutama mengenai pengembangan pemikirannya tentang alienasi di bawah kapitalisme. Apakah Anda sepakat dengan pembagian dalam kehidupan dan karya Marx ini &#8211; seorang sosialis muda yang lebih libertarian namun di kemudian hari seorang otoriter yang kaku?</p>
<p><strong>CHOMSKY: </strong>Marx muda mendapatkan banyak pengaruh dari lingkungan hidupnya, dan dapat ditemukan banyak keserupaan dengan pemikiran yang menghidupkan liberalisme klasik, berbagai aspek Pencerahan dan Romantisisme Perancis dan Jerman. Sekali lagi, saya tidak cukup paham Marx untuk memberikan penilaian yang mutlak. Kesan saya adalah bahwa Marx muda adalah seorang tokoh akhir Pencerahan, dan Marx tua adalah seorang pegiat otoriter dan analis kritis terhadap kapitalisme yang tidak memiliki banyak alternatif sosialis. Namun itu hanya kesan saya saja.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Dari pemahaman saya, inti pemikiran Anda tergambar dari konsep Anda mengenai sifat manusia. Di masa lalu, pemikiran tentang sifat manusia mungkin dipandang sebagai terbelakang, bahkan mengekang. Sebagai contoh, aspek tetap dari sifat manusia seringkali digunakan sebagai alasan mengapa tidak mungkin terjadi perubahan mendasar ke arah anarkisme. Anda memiliki pendapat lain? Mengapa?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Inti pandangan semua orang adalah sebuah konsep mengenai sifat manusia, seberapa pun jauh dari kesadarannya atau tidak dinyatakan secara tersurat. Paling tidak, itu berlaku pada orang-orang yang menganggap dirinya agen moralitas dan bukan monster. Apakah seorang mendorong reformasi atau revolusi, stabilitas atau kembali ke masa lalu, atau hanya merawat kebunnya sendiri, berdasar pandangan bahwa yang dilakukannya &#8220;baik bagi rakyat&#8221;. Namun penilaian itu berdasar pada suatu konsepsi mengenai sifat manusia, yang akan diusahakan agar bisa menjadi sejelas mungkin, agar bisa dilakukan penilaian. Jadi dalam hal ini saya tidak berbeda dengan orang lain.</p>
<p>Anda benar bahwa sifat manusia dianggap &#8220;terbelakang&#8221;, namun itu adalah hasil dari kebingungan. Apakah cucu saya tidak berbeda dari sebuah batu, seekor kadal, ayam atau monyet? Seseorang yang menganggap ini sebagai absurd akan sadar bahwa ada yang disebut &#8220;sifat manusia&#8221;.Kita tinggal menjawab pertanyaan mengenai apa itu &#8211; sebuah pertanyaan yang penting dan menarik, dengan daya tarik ilmiah maupun kemanusiaan yang tinggi. Kita memiliki cukup pengetahuan mengenai berbagai aspek darinya, namun bukan yang memiliki signifikansi kemanusiaan yang besar. Selebihnya, kita hanya memiliki harapan dan keinginan, intuisi dan spekulasi.</p>
<p>Tidak ada yang terbelakang dari fakta bahwa janin manusia sedemikian terbatas hingga ia tidak menumbuhkan sayap, atau sistem penglihatannya berbeda dengan serangga, atau tidak memiliki insting pulang merpati. Faktor-faktor yang sama dengan yang membatasi perkembangan organisme itu juga memungkinkannya memiliki struktur yang kaya dan rumit. Sebuah organisme yang tidak memiliki struktur intrinsik yang determinatif sedemikian, yang secara radikal akan membatasi arah perkembangannya, akan merupakan makhluk serupa amuba (itu pun jika ada). Lingkup dan batas perkembangan memiliki hubungan logis.</p>
<p>Ambil-lah bahasa, salah satu kapasitas khas manusia yang sudah cukup dipahami. Kita memiliki alasan-alasan kuat bahwa semua bahasa manusia sangatlah serupa; seorang ilmuwan dari luar bumi yang memperhatikan manusia akan berkesimpulan bahwa hanya ada sebuah bahasa, dengan variasi-variasi kecil. Alasannya adalah bahwa aspek khusus sifat manusia yang mendasari perkembangan bahasa hanya memungkinkan pilihan yang amat terbatas. Apakah ini membatasi? Tentu saja. Apakah ini membebaskan? Tentu, juga. Batasan-batasan inilah yang memungkinkan sistem ekspresi pemikiran yang kaya dan rumit untuk berkembang dalam cara-cara serupa pada dasar yang amat sederhana, terpisah-pisah dan berpengalaman berbeda.</p>
<p>Bagaimana dengan perbedaan manusia yang ditentukan oleh biologi? Bahwa ini ada, benar, dan merupakan sumber kebahagiaan, bukan kecemasan atau penyesalan. Kehidupan di antara klon tidaklah menyenangkan, dan seorang waras akan gembira bahwa orang lain memiliki kemampuan yang tidak ia miliki. Ini sangat dasar. Apa yang lazim dipercaya mengenai masalah ini bagi saya agak aneh.</p>
<p>Apakah sifat manusia, apapun itu, kondusif untuk pengembangan bentuk kehidupan anarkis atau menghalanginya? Kami tidak memiliki cukup jawaban untuk pertanyaan ini. Ini memerlukan eksperimen dan penemuan untuk menjawabnya.</p>
<p><strong>Masa Depan</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Untuk mengakhiri wawancara ini, saya ingin bertanya sedikit tentang beberapa isu kiri baru-baru ini. Saya tidak tahu apakah situasi di AS serupa dengan di sini, namun dengan gagalnya Uni Soviet, terdapat demoralisasi kiri. Ini bukanlah bahwa mereka sangat mendukung apa yang terjadi di Uni Soviet, namun perasaan umum bahwa dengan bubarnya Uni Soviet, sosialisme ikut terseret. Apakah Anda menemukan demoralisasi serupa? Bagaimana jawaban Anda?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Tanggapan saya terhadap berakhirnya tirani Soviet serupa dengan reaksi saya terhadap kekalahan Hitler dan Mussolini. Dalam semua kasus tersebut, itu adalah kemenangan semangat kemanusiaan. Ini seharusnya diterima sebagai kabar baik bagi para sosialis, karena sebuah musuh besar sosialisme telah runtuh. Seperti Anda, saya juga heran bahwa orang-orang &#8211; termasuk mereka yang menganggap dirinya anti-Stalinis dan anti-Leninis – merasa demoralisasi dengan runtuhnya tirani tersebut. Ini mengungkap bahwa mereka sebenarnya lebih memiliki komitmen pada Leninisme daripada yang mereka percayai.</p>
<p>Namun, terdapat alasan-alasan lain yang perlu diperhatikan dengan hancurnya sistem tirani yang brutal ini, yang sosialis sedemikian ia juga demokratik (ingat bahwa ia mengklaim keduanya, dan klaim kedua ditertawakan di Barat, sementara yang pertama diterima dengan senang hati, sebagai senjata melawan sosialisme &#8211; salah satu contoh jasa intelektual Barat pada penguasa). Satu alasannya terkait dengan sifat Perang Dingin. Dalam pandangan saya, ini merupakan contoh khusus &#8220;konflik Utara-Selatan&#8221;, bila kita menggunakan eufemisme untuk penaklukan Eropa terhadap sebagian besar dunia. Eropa Timur merupakan &#8220;Dunia Ketiga&#8221; yang asli, dan Perang Dingin sejak tahun 1917 tidak memiliki kemiripan apa pun dengan reaksi bagian-bagian lain dari Dunia Ketiga untuk mengambil jalannya sendiri, meskipun perbedaan skala memberikan ciri tersendiri bagi konflik ini. Untuk alasan ini, kita bisa beranggapan bahwa wilayah ini akan kembali seperti awalnya: Czek atau Polandia Barat akan bergabung kembali dengan Barat, sementara yang lain kembali ke perannya sebagai pelayan Eropa, bekas Nomenklatura menjadi elit dunia ketiga biasa (dengan kesepakatan dari penguasa negara-perusahaan Barat, yang memilih mereka dibandingkan alternatif lainnya). Ini bukan prospek yang menyenangkan, dan telah menimbulkan penderitaan yang luar biasa.</p>
<p>Sebuah alasan lain untuk kecemasan berkaitan dengan penangkalan nuklir (deterrence) dan non-blok. Seburuk-buruknya imperium Soviet, keberadaannya memberikan peluang untuk menjadi non-blok, dan untuk alasan yang sinis, kadang-kadang memberikan bantuan terhadap korban serangan Barat. Pilihan itu kini tiada, dan Selatan menderita akibatnya.</p>
<p>Alasan ketiga berkaitan dengan apa yang dinyatakan pers bisnis sebagai buruh Barat yang dimanjakan dengan gaya hidup mewah mereka. Dengan sebagian besar Eropa Timur di bawah kekuasaan mereka, pemilik perusahaan dan manajer memiliki senjata ampuh baru untuk menindas kelas buruh dan kaum miskin di Barat. GM dan VW bisa tidak hanya memindahkan produksi ke Meksiko dan Brazil (atau mengancam untuk melakukan itu, yang akibatnya sama saja), tapi juga ke Polandia dan Hungaria, tempat buruh yang memiliki ketrampilan dan terlatih dengan biaya yang jauh lebih rendah. Tentu saja mereka puas dengan itu, melihat nilainya.</p>
<p>Kita bisa belajar banyak tentang Perang Dingin (atau konflik lainnya) dengan melihat siapa yang gembira dan siapa yang tidak setelah akhirnya. Dengan kriteria ini, pemenang Perang Dingin adalah elit Barat dan mantan Nomenklatura, yang kini kaya melebihi impian terliar mereka, dan yang kalah adalah sebagian terbesar penduduk Timur dan kelas buruh serta kaum miskin di Barat, juga sektor kerakyatan di Selatan yang berusaha mengambil jalan yang independen.</p>
<p>Pemikiran barusan cenderung menimbulkan histeria di antara intelektual Barat, kalau mereka bisa membayangkannya, yang jarang terjadi. Ini mudah saja, juga bisa dipahami. Pengamatannya benar, dan membuka kedok kekuasaan dan hak-hak istimewa; itulah penyebab histeria mereka.</p>
<p>Secara umum, reaksi orang yang jujur terhadap berakhirnya Perang Dingin akan lebih rumit daripada sekedar puas atas jatuhnya tirani yang brutal, dan reaksi yang umum terinfeksi dengan kemunafikan yang sangat, dalam pandangan saya.</p>
<p><strong>Kapitalisme</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Dalam banyak hal kiri sekarang berada pada titik awalnya pada abad lalu. Seperti pada waktu itu, ia menghadapi suatu bentuk kapitalisme yang sedang menanjak. Kini terdapat lebih banyak &#8220;konsensus&#8221;, lebih banyak daripada saat lain dalam sejarah, bahwa kapitalisme merupakan satu-satunya organisasi ekonomi yang valid, meskipun ketidaksetaraan kekayaan melebar. Terhadap latar belakang ini, bisa dikatakan bahwa kiri tidak yakin mengenai bagaimana cara untuk maju. Bagaimana pandangan Anda terhadap masa ini? Apakah ini menjadi pertanyaan &#8220;kembali ke dasar&#8221;? Apakah usaha yang dilakukan sekarang harus menekankan tradisi libertarian dalam sosialisme dan pemikiran demokratik?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya anggap ini sebagian besar merupakan propaganda. Apa yang disebut sebagai &#8220;kapitalisme&#8221; pada dasarnya adalah sebuah sistem merkantilisme korporatis, dengan tirani privat yang besar dan tidak bertanggung jawab yang memiliki kendali besar terhadap ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan, bekerja sama dengan negara yang kuat yang melakukan intervensi besar-besaran terhadap ekonomi domestik dan masyarakat internasional. Ini sangat tepat dalam kasus AS, bertentangan dengan banyak ilusi. Orang kaya dan berprivilese tidak lebih mau menghadapi disiplin pasar pada masa kini daripada masa lalu, meskipun mereka menganggapnya baik-baik saja bagi rakyat kebanyakan. Sebagai gambaran, pemerintahan Reagan yang berkubang dalam retorika pasar bebas, juga membanggakan bahwa rezim tersebut adalah yang paling proteksionis dalam sejarah AS pasca perang &#8211; bahkan lebih daripada gabungan semuanya. Newt Gingrich, yang memimpin &#8220;perjuangan&#8221; liberal kini, mewakili wilayah yang amat kaya yang mendapatkan lebih banyak subsidi federal daripada wilayah suburban lainnya di AS. Kelompok &#8220;konservatif&#8221; yang ingin mengakhiri makan siang gratis bagi anak-anak yang lapar juga menuntut naiknya anggaran Pentagon, yang menjadi seperti kondisi di akhir dekade 1940-an namun dalam bentuknya saat ini karena &#8211; sebagaimana dijelaskan pers bisnis &#8211; industri teknologi tinggi tidak bisa bertahan dalam sebuah sistem ekonomi pasar bebas yang murni, kompetitif dan tidak disubsidi, dan pemerintah harus menjadi penyelamatnya. Tanpa penyelamat ini, pendukung Gingrich akan menjadi buruh miskin (bila beruntung). Tidak akan ada komputer, peralatan elektronik, industri penerbangan, metalurgi, otomasi dan lain-lain. Anarkis jangan sampai tertipu kebohongan tradisional ini.</p>
<p>Lebih dari sebelumnya, pemikiran sosialis libertarian kini relevan, dan penduduk sangat terbuka terhadapnya. Meskipun terdapat sejumlah besar propaganda korporatik, di luar kelompok terdidik, rakyat masih memiliki sikap tradisionalnya. Di AS, misalnya, lebih dari 80% penduduk menganggap bahwa sistem ekonomi secara mendasar tidak adil dan sistem politik sebagai tipuan, yang hanya melayani kepentingan tertentu, bukan rakyat. Mayoritas menganggap bahwa kelas buruh memiliki peran yang terlalu kecil dalam masalah masyarakat (demikian pula di Inggris), bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk membantu orang yang memerlukan, bahwa pengeluaran untuk pendidikan dan kesehatan harus diberikan prioritas di atas pemotongan anggaran dan potongan pajak, bahwa rencana Republikan yang kini melalui Kongres hanya menguntungkan yang kaya dan merugikan rakyat banyak, dan lain-lain. Kaum intelek bisa mendongengkan cerita yang berbeda, namun tidak terlalu sukar menemukan fakta-fakta yang sebenarnya.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Hingga satu titik pemikiran anarkis dibenarkan dengan runtuhnya Uni Soviet &#8211; ramalan Bakunin terbukti kebenarannya. Apakah Anda berpikir bahwa kaum anarkis harus gembira dari perkembangan umum ini dan dari ketepatan analisis Bakunin? Apakah anarkis harus melihat masa depan dengan keyakinan lebih besar dalam pemikiran dan sejarah?</p>
<p><strong>CHOMSKY: </strong>Saya pikir &#8211; paling tidak, berharap &#8211; bahwa jawabannya tersirat di atas. Saya pikir bahwa masa kini memiliki ancaman yang besar dan tanda-tanda harapan yang juga besar. Apa yang akan terjadi bergantung pada bagaimana kita memanfaatkan kesempatan.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Terakhir, Noam, pertanyaan yang agak berbeda. Kami telah memesan Guinness untuk Anda. Kapan Anda datang dan meminumnya?</p>
<p><strong>CHOMSKY: </strong>Siapkan saja Guinness-nya. Saya harap saya tak akan terlalu lama. Tidak bergurau, saya akan disana besok jika saya bisa. Kami (saya dan akan datang bersama istri saya, yang tidak terbiasa dengan perjalanan terus menerus) memperoleh waktu yang sangat luar biasa di Irlandia, dan berharap bisa pulang. Kenapa nggak ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pustaka.otonomis.org/2008/10/07/noam-chomsky-marxisme-anarkisme-dan-harapan-untuk-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marxisme Anarkisme dan Masa Depan</title>
		<link>http://pustaka.otonomis.org/2006/05/22/marxisme-anarkisme-dan-masa-depan/</link>
		<comments>http://pustaka.otonomis.org/2006/05/22/marxisme-anarkisme-dan-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 May 2006 14:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisX</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anarkisme]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustaka.otonomis.org/v2/2006/05/22/marxisme-anarkisme-dan-masa-depan/</guid>
		<description><![CDATA[Noam Chomsky terkenal luas karena kritikannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan untuk karya-karyanya sebagai seorang ahli linguistik. Sedikit kurang dikenal adalah dukungannya yang berlanjut untuk tujuan-tujuan sosialis libertarian. Dalam wawancara khusus dengan Red and Black Revolution (RBR), Chomsky memaparkan pandangannya mengenai Anarkisme dan Marxisme, dan prospek sosialisme kini. Wawancara ini dilaksanakan pada bulan Mei 1995 oleh Kevin Doyle.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEMIKIRAN NOAM CHOMSKY TERHADAP MARXISME, ANARKISME DAN HARAPAN UNTUK MASA DEPAN</strong></p>
<dl>
<dd><em>Noam Chomsky terkenal luas karena kritikannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan untuk karya-karyanya sebagai seorang ahli linguistik. Sedikit kurang dikenal adalah dukungannya yang berlanjut untuk tujuan-tujuan sosialis libertarian. Dalam wawancara khusus dengan Red and Black Revolution (RBR), Chomsky memaparkan pandangannya mengenai Anarkisme dan Marxisme, dan prospek sosialisme kini. Wawancara ini dilaksanakan pada bulan Mei 1995 oleh Kevin Doyle.</em> </dd>
</dl>
<p><span id="more-78"></span><strong>RBR:</strong> Pertama, Noam, Anda sudah cukup lama menjadi penganjur ide-ide anarkis. Banyak orang cukup familiar dengan pengantar yang Anda tulis pada tahun 1970 untuk Anarchism, tulisan Daniel Guerin, namun, belakangan ini, Anda mengambil kesempatan untuk menunjukkan kembali potensi anarkisme dan ide-ide anarkis. Apa sih yang membuat Anda tertarik pada anarkisme?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya tertarik pada anarkisme sejak saya masih muda, segera setelah saya mulai berpikir tentang dunia secara lebih luas, dan saya tidak melihat banyak alasan untuk mengubah pemikiran awal saya tersebut. Saya pikir, adalah benar untuk mencari dan mengidentifikasi struktur kekuasaan, hirarki dan dominasi dalam semua aspek kehidupan, dan untuk menentangnya; kecuali bila ada justifikasi yang bisa diberikan, struktur-struktur tersebut tidak sah, dan harus dihancurkan, untuk meningkatkan lingkup kebebasan manusia. Itu mencakup kekuasaan politik, kepemilikan dan manajemen, hubungan laki-laki dan perempuan, orang tua dan anak-anak, kontrol kita terhadap nasib generasi mendatang (dorongan moral dasar di belakang gerakan lingkungan hidup, menurut pandangan saya), dan masih banyak lagi. Tentu saja ini merupakan tantangan terhadap institusi raksasa koersi dan kontrol: negara, tirani privat yang tidak bertanggung jawab yang mengendalikan hampir seluruh ekonomi, dan sektor-sektor lain, domestik dan luar negeri. Tapi, tidak hanya itu saja. Itu adalah apa yang selalu saya anggap sebagai inti anarkisme: keyakinan bahwa perlu ada pembuktian mengenai perlunya otoritas, dan bila tidak dapat dibuktikan, otoritas tersebut harus dihancurkan. Kadang-kadang memang bisa diadakan pembuktian. Jika saya sedang berjalan-jalan dengan para cucu saya dan mereka berlari ke tengah jalan yang ramai, saya akan menggunakan tidak saja otoritas, melainkan juga paksaan fisik untuk menghentikan mereka. Tindakan tersebut harus ditantang, namun saya pikir, tindakan tersebut dapat menjawab tantangan tersebut. Dan terdapat pula berbagai kasus lain; kehidupan merupakan sesuatu yang kompleks, kita memiliki sangat sedikit pemahaman terhadap manusia dan masyarakat, dan pernyataan yang luas pada umumnya lebih mungkin salah daripada benar, bahkan bisa membahayakan. Namun perspektif ini tetaplah valid, menurut saya, dan bisa membantu kita cukup banyak. Setelah generalisasi tersebut, kita bisa mulai melihat kasus-kasus, dan di situlah pertanyaan mengenai kepentingan manusia dan keperdulian mulai muncul.</p>
<p><strong>RBR: </strong>Dapat dikatakan bahwa pemikiran dan kritik Anda semakin terkenal kini. Juga bisa ditambahkan bahwa pandangan Anda sangat dihargai. Bagaimana Anda pikir dukungan Anda terhadap anarkisme diterima dalam konteks ini? Khususnya, saya tertarik dengan respon yang Anda terima dari orang-orang yang mulai tertarik pada politik untuk pertama kalinya dan, mungkin, menemukan pemikiran Anda. Apakah orang-orang tersebut terkejut dengan dukungan Anda terhadap anarkisme? Apakah mereka tertarik?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Kelompok <em>intelektual</em> pada umumnya mengasosiasikan &#8216;anarkisme&#8217; dengan kekacauan, kekerasan, pengeboman, gangguan dan lain-lain. Jadi orang kadang-kadang terkejut kalau saya membicarakan segi-segi positif anarkisme dan mengidentifikasikan diri saya dengan tradisi yang memimpin di dalamnya. Namun kesan saya adalah bahwa dalam masyarakat luas, ide-ide dasarnya dapat diterima bila segalanya dijernihkan. Tentu saja, bila kita mulai membahas masalah yang lebih spesifik &#8211; katakanlah, sifat keluarga, atau bagaimana bentuk perekonomian dalam masyarakat yang bebas dan adil &#8211; pertanyaan dan kontroversi timbul. Tapi memang seharusnya begitu. Fisika sebenarnya tidak bisa menjelaskan bagaimana air mengalir dari keran di wastafel itu. Bila kita mulai mencoba menjawab pertanyaan yang lebih kompleks tentang kemanusiaan, pemahaman kita masih sangat minim, dan banyak ruang untuk perbedaan pendapat, percobaan, eksplorasi kemungkinan secara intelektual maupun konkrit, untuk membantu kita belajar.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Mungkin, lebih daripada pemikiran lain, anarkisme telah mengalami masalah penyalahartian. Anarkisme dapat berarti banyak hal bagi banyak orang. Apakah Anda sering kali harus menjelaskan apa yang Anda maksudkan dengan anarkisme? Apakah penyalahartian anarkisme merepotkan Anda?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Semua penyalahartian merepotkan. Asal-muasalnya dapat ditelusuri dari struktur kekuasaan yang memiliki kepentingan untuk mencegah pemahamannya, untuk alasan-alasan yang jelas. Kita bisa merujuk pada Principles of Government karya David Hume. Ia merasa heran karena rakyat tunduk pada penguasanya. Ia menyimpulkan bahwa karena Kekuasaan selalu berada pada orang-orang yang dikuasai, maka penguasa tidak memiliki dukungan selain opini. Maka, hanya atas opini didirikanlah pemerintahan; dan ini berlaku dari pemerintahan yang paling despotik dan militeristik hingga yang paling bebas dan merakyat. Hume sangat cerdik &#8211; meskipun bukanlah seorang libertarian menurut standar masa itu. Ia jelas kurang memperhitungkan apa yang dapat dicapai oleh kekuasaan, namun pengamatannya tampak bagi saya pada umumnya benar, dan penting, terutama dalam masyarakat yang lebih bebas, tempat seni mengendalikan opini jauh lebih canggih. Penyalahartian dan bentuk-bentuk pembingungan lainnya merupakan kawan seiring.</p>
<p>Jadi apakah penyalahartian merepotkan saya? Tentu saja, namun demikian pula cuaca yang buruk. Hal ini akan tetap ada selama konsentrasi kekuasaan menimbulkan sejenis kelas komisaris untuk mempertahankannya. Karena biasanya mereka tidak terlalu cerdas, atau cukup cerdas untuk tahu bahwa mereka sebaiknya menghindari ajang fakta dan argumentasi, mereka menggunakan penyalahartian, penjelek-jelekan dan cara-cara lain yang tersedia bagi mereka yang tahu bahwa mereka akan terlindungi oleh berbagai alat yang tersedia bagi yang kuat. Kita harus memahami mengapa ini semua terjadi, dan mengurai sejauh mungkin kita mampu. Itu bagian dari usaha pemerdekaan &#8211; kita sendiri dan orang-orang lain, atau lebih mungkin, orang-orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan tersebut.</p>
<p>Mungkin hal ini terdengar terlalu menyederhanakan, dan memang demikian. Namun saya masih belum pernah melihat pendapat mengenai kehidupan manusia dan masyarakat yang tidak menyederhanakan permasalahannya, setelah menyingkirkan absurditas dan pembenaran diri sendiri.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Bagaimana dengan kelompok kiri yang lebih mapan, yang bisa diharapkan lebih mengenal apa sebenarnya anarkisme? Apakah Anda mendapatkan kejutan akibat pandangan dan dukungan Anda pada anarkisme?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Bila saya paham apa yang Anda maksud dengan kelompok kiri yang mapan, tidak terdapat banyak kejutan mengenai pandangan saya terhadap anarkisme, karena sangat sedikit yang diketahui orang lain tentang pandangan saya tentang apa pun. Mereka bukan kelompok yang dengannya saya bergaul. Anda akan jarang sekali menemukan referensi tentang apa pun yang saya katakan atau tulis. Tentu saja, itu tidak sepenuhnya benar. Jadi, di AS (namun lebih jarang di Inggris atau di tempat-tempat lain), Anda akan menemukan sejumlah pemahaman tentang apa yang saya lakukan, pada sejumlah sektor yang lebih kritis dan independen dari apa yang dapat dikatakan sebagai kelompok kiri yang mapan, dan saya memiliki kawan-kawan pribadi dan rekan-rekan yang tersebar di sana-sini. Namun, lihatlah buku-buku dan jurnal-jurnal, dan Anda akan paham maksud saya. Saya tidak menganggap bahwa apa yang saya tulis atau katakan akan lebih diterima oleh kelompok-kelompok tersebut daripada di himpunan mahasiswa atau ruang editor &#8211; tentu saja dengan pengecualian. Pertanyaan ini muncul begitu terbatas, sehingga sukar dijawab.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Sejumlah orang memperhatikan bahwa Anda menggunakan istilah &#8220;sosialis libertarian&#8221; dalam konteks yang sama dengan &#8220;anarkisme&#8221;. Apakah menurut Anda kedua istilah itu serupa? Apakah anarkisme menurut Anda sejenis sosialisme? Pernah dikatakan bahwa anarkisme adalah sosialisme dengan kebebasan. Setujukah Anda dengan pandangan sederhana ini?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Pengantar buku Guerin yang Anda kutip itu diawali kutipan dari seorang pendukung anarkisme seabad lalu, yang mengatakan bahwa anarkisme memiliki punggung yang lebar, dan akan bertahan terhadap apa pun. Satu unsur penting adalah apa yang secara tradisional disebut &#8220;sosialisme libertarian&#8221;. Saya telah mencoba untuk menjelaskan di sana dan di situasi-situasi lain apa yang saya maksudkan dengan itu, menekankan bahwa itu bukanlah murni pikiran saya; saya berangkat dari pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh gerakan anarkis yang saya kutip, dan secara konsisten menggambarkan diri mereka sebagai sosialis, dan pada saat yang sama mengutuk dengan kuat &#8220;kelas baru&#8221; intelektual radikal yang berusaha mendapatkan kekuasaan negara dalam arus perjuangan rakyat dan menjadi birokrasi merah yang kejam sebagaimana diperingatkan Bakunin; yang sering dikenal sebagai &#8220;sosialisme&#8221;. Saya cenderung setuju dengan persepsi Rudolf Rocker bahwa kecenderungan (penting) dalam anarkisme ini ditarik dari pemikiran terbaik Pencerahan dan liberal klasik, jauh melebihi yang digambarkannya. Bahkan, sebagaimana saya coba gambarkan, mereka sangat berbeda, bahkan bertentangan, dengan doktrin dan praktik Marxis-Leninis, doktrin &#8220;libertarian&#8221; yang populer di AS dan Inggris, dan ideologi kontemporer lainnya, yang semuanya tampak pada intinya mendorong suatu bentuk otoritas yang tidak sah, kadang kala bahkan tirani.</p>
<p><strong>Revolusi Spanyol</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Dulu, bila Anda berbicara tentang anarkisme, Anda sering menekankan contoh Revolusi Spanyol. Bagi Anda, tampaknya ada dua aspek revolusi ini. Pertama, revolusi di Spanyol ini Anda katakan sebagai contoh bagus &#8220;anarkisme dalam praktik&#8221;. Kedua, Anda juga menekankan bahwa revolusi Spanyol merupakan contoh bagus mengenai apa yang bisa dicapai buruh melalui usaha mereka sendiri dengan demokrasi partisipatoris. Apakah kedua aspek ini &#8211; anarkisme dalam praktik dan demokrasi partisipatoris &#8211; merupakan hal yang serupa? Apakah anarkisme merupakan filsafat kekuatan rakyat?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya ragu-ragu menggunakan kata-kata rumit seperti filsafat untuk menjelaskan apa yang sebenarnya sederhana saja. Saya juga tidak nyaman dengan slogan-slogan demikian. Pencapaian buruh dan petani penggarap Spanyol, sebelum revolusi ditindas, sangat mengesankan dalam berbagai hal. Istilah &#8220;demokrasi partisipatoris&#8221; merupakan istilah yang lebih baru, yang berkembang dalam konteks yang berbeda, namun terdapat beberapa kesamaan. Saya mohon maaf bila ini tidak jelas, namun itu karena saya menganggap baik konsep anarkisme maupun demokrasi partisipatoris cukup jelas untuk menjawab pertanyaan apakah keduanya sama.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Salah satu pencapaian utama Revolusi Spanyol adalah tingkat demokrasi akar rumput yang dihasilkan. Lebih dari 3 juta orang terlibat. Produksi rural dan urban dikelola oleh para pekerja sendiri. Apakah merupakan kebetulan bila anarkis, yang dikenal tentang dukungan mereka terhadap kebebasan individual, berhasil dalam bidang administrasi kolektif?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Sama sekali bukan kebetulan. Gejala-gejala dalam anarkisme yang saya pandang paling persuasif mendorong tercapainya masyarakat yang sangat terorganisir, mengintegrasikan berbagai jenis struktur (tempat kerja, komunitas dan berbagai bentuk lain asosiasi suka rela), namun dikendalikan oleh para pesertanya, bukan oleh mereka yang berada pada kedudukan untuk memerintah (kecuali, lagi, bila otoritas bisa dianggap sah, sebagaimana pada beberapa hal tertentu).</p>
<p><strong>Demokrasi</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Anarkis sering kali menghabiskan banyak tenaga membangun demokrasi akar rumput. Bahkan, mereka sering dituduh membawa demokrasi ke tingkatan ekstrim. Namun, banyak anarkis yang tidak mau menganggap demokrasi sebagai komponen penting dalam filsafat anarkis. Anarkis sering kali menggambarkan politik mereka sebagai &#8220;tentang sosialisme&#8221; atau &#8220;tentang individu&#8221; &#8211; jarang tentang demokrasi. Apakah Anda setuju bahwa pemikiran demokratik merupakan unsur utama anarkisme?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Kritikan terhadap &#8220;demokrasi&#8221; oleh para anarkis pada umumnya adalah kritikan terhadap demokrasi parlementer, karena ia timbul dalam masyarakat dengan ciri-ciri yang amat represif. Misalkan AS, yang &#8220;bebas&#8221;, sejak awal mulanya. Demokrasi Amerika berdasarkan pada prinsip ini, ditekankan oleh James Madison dalam Konvensi Konstitusional pada tahun 1787, bahwa fungsi utama pemerintahan adalah untuk melindungi minoritas yang berkelebihan dari mayoritas. Kemudian ia mengingatkan bahwa di Inggris, satu-satunya model kuasi-demokratik pada masa itu, jika rakyat kebanyakan diizinkan memiliki peran dalam urusan publik, mereka akan menerapkan reformasi agraria atau &#8220;kekejaman&#8221; lain, dan bahwa sistem Amerika harus direkayasa sedemikian agar mencegah kejahatan sedemikian terhadap hak-hak kepemilikan, yang harus dilindungi (bahkan, harus berjaya). Demokrasi parlementer dalam kerangka ini memang layak mendapatkan kritikan keras oleh libertarian yang &#8220;asli&#8221;, dan saya masih menyisakan berbagai cirinya yang sangat jelas &#8211; perbudakan, sebagai salah satu contoh, atau perbudakan demi upah yang sangat dikutuk oleh kaum buruh yang tidak pernah mendengar tentang anarkisme atau komunisme hingga abad ke-19 dan sesudahnya.</p>
<p><strong>Leninisme</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Pentingnya demokrasi akar rumput untuk perubahan yang berarti dalam masyarakat jelas dengan sendirinya. Namun, kelompok kiri sendiri tidak memiliki pandangan yang jelas mengenai hal ini di masa lalu. Saya berbicara mengenai demokrasi sosialis pada umumnya, namun juga mengenai Bolshevikisme &#8211; tradisi-tradisi kiri yang memiliki lebih banyak kemiripan dengan pemikiran elitis daripada praktik demokratik yang sebenarnya. Lenin, sebagai contoh yang lazim, meragukan bahwa para buruh bisa mengembangkan lebih dari kesadaran serikat sekerja &#8211; yang saya artikan bahwa ia menganggap bahwa para buruh tidak bisa melihat jauh ke depan. Demikian pula, sosialis Fabian, Beatrice Webb, yang sangat berpengaruh di Partai Buruh di Inggris, berpandangan bahwa para buruh hanya tertarik pada taruhan pacuan kuda. Dari mana timbul elitisme ini dan apa yang dilakukannya pada kelompok kiri?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya cemas akan sukar menjawab pertanyaan ini. Jika kelompok kiri mencakup &#8220;Bolshevikisme&#8221;, saya akan terang-terangan menjauhkan diri saya dari &#8220;kiri&#8221;. Lenin adalah salah satu musuh terbesar sosialisme, menurut saya, karena alasan-alasan yang telah saya sampaikan. Pemikiran bahwa buruh hanya tertarik pada taruhan pacuan kuda merupakan absurditas yang akan terbukti kesalahannya dengan sedikit saja memperhatikan sejarah perburuhan atau pers kelas buruh yang independen dan aktif yang tumbuh di berbagai tempat, termasuk kota-kota manufaktur tidak jauh dari tempat saya menulis ini &#8211; ditambah lagi catatan inspirasional perjuangan berani rakyat yang ditindas sepanjang sejarah hingga kini. Ambillah pojokan yang paling buruk di belahan dunia ini, Haiti, yang dianggap oleh para penakluk Eropa sebagai surga dan sumber kekayaan Eropa yang cukup penting, kini hancur, mungkin tanpa mungkin diperbaiki lagi. Dalam beberapa tahun belakangan, dalam kondisi yang sedemikian buruk sehingga tak terbayangkan oleh penduduk negara-negara kaya, rakyat jelata dan kaum miskin kota membangun gerakan demokratik kerakyatan yang berdasar pada organisasi akar rumput yang melampaui pencapaian di negeri manapun; mereka akan tertawa apabila mendengar pernyataan intelektual dan pemimpin politik AS mengenai bagaimana AS harus mengajari Haiti tentang demokrasi. Pencapaian mereka sedemikian besar dan mencemaskan penguasa sehingga mereka sekali lagi ditindas dengan teror yang kejam, dengan dukungan AS yang jauh lebih besar daripada yang ia akui, dan mereka tetap tidak menyerah. Apakah mereka hanya tertarik pada pacuan kuda?</p>
<p>Saya menyarankan suatu kutipan dari Rousseau: <em>ketika saya melihat segerombolan orang tak beradab yang telanjang bulat menertawakan kebejatan moral Eropa, menahan lapar, api, pedang dan kematian hanya untuk mempertahankan kemerdekaan mereka, saya merasa bahwa tidak pantas bagi para budak untuk berpikir tentang kebebasan. </em></p>
<p><strong>RBR:</strong> Secara umum, lagi, karya-karya Anda &#8211; Deterring Democracy, Necessary Illusions dan lain-lain &#8211; secara konsisten membahas peran dan banyaknya pemikiran elitis dalam masyarakat seperti masyarakat kita. Anda menyatakan bahwa dalam demokrasi &#8220;Barat&#8221; (atau parlementer) terdapat antagonisme terhadap peran atau masukan konkrit dari massa rakyat, kalau-kalau ia mengancam distribusi kekayaan yang tidak adil, yang menguntungkan yang kaya. Karya-karya Anda cukup meyakinkan dalam hal ini, namun, terlepas dari ini, beberapa orang terkejut melihat pandangan Anda. Sebagai contoh, Anda membandingkan politik Presiden J. F. Kennedy dengan Lenin, lebih kurang menyejajarkan keduanya. Ini, bisa saya tambahkan, mengejutkan pendukung kedua pihak. Dapatkan Anda mengelaborasi lebih lanjut validitas perbandingan ini?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya sebenarnya tidak menyejajarkan doktrin intelektual liberal administrasi Kennedy dengan Leninis, namun mencatat beberapa keserupaan yang mencolok &#8211; seperti diramalkan Bakunin seabad lalu dalam komentarnya mengenai kelas baru ini. Sebagai contoh, saya mengutip pernyataan McNamara mengenai perlunya meningkatkan pengendalian manajerial untuk benar-benar bebas, dan bahwa kurangnya manajemen menjadi ancaman bagi demokrasi, benar-benar suatu pembodohan. Ubahlah beberapa kata dalam pernyataan tersebut, dan kita mendapatkan doktrin Leninis biasa. Saya menganggap bahwa akar masalah dalam keduanya dalam. Tanpa klarifikasi lebih lanjut tentang apa yang mengejutkan orang, saya tidak bisa berkomentar lebih lanjut. Perbandingan ini spesifik, dan saya pikir tepat. Jika tidak, itu merupakan kesalahan, dan saya ingin diperbaiki.</p>
<p><strong>Marxisme</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Secara spesifik, Leninisme merujuk pada suatu bentuk Marxisme yang berkembang bersama V. I. Lenin. Apakah Anda secara tersirat membedakan karya-karya Marx dari kritikan Anda terhadap Lenin bila Anda menggunakan istilah &#8220;Leninisme&#8221;? Apakah Anda melihat keberlanjutan antara pandangan Marx dengan praktik Lenin di kemudian hari?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Pernyataan Bakunin tentang bahaya birokrasi merah yang akan menjadi yang terburuk antara semua pemerintahan despotik telah ada jauh sebelum Lenin, dan diarahkan kepada pengikut Marx. Sebenarnya, terdapat banyak pengikut Marx dari berbagai jenis; Pannekoek, Luxembourg, Mattick dan lain-lainnya sangat berbeda dengan Lenin, dan pandangan mereka serupa dengan anarko-sindikalis. Bahkan, Korsch dan kawan-kawannya menulis secara simpatik mengenai revolusi anarkis di Spanyol. Terdapat keberlanjutan antara Marx dan Lenin, namun terdapat pula keberlanjutan ke kaum Marxis yang sangat kritis kepada Lenin dan Bolsyewisme. Karya Theodor Shanin mengenai sikap Marx di kemudian hari terhadap revolusi petani juga relevan di sini. Saya tidak mempelajari Marx, dan tidak akan mencoba-coba memberikan penilaian serius mengenai mana yang merupakan kelanjutan &#8220;Marx sebenarnya&#8221;, bahkan bila pertanyaan tersebut bisa terjawab.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Baru-baru ini, kami mendapatkan sebuah eksemplar Catatan tentang Anarkisme (yang diterbitkan kembali oleh Buletin Diskusi di AS tahun lalu). Di dalamnya Anda menunjukkan pandangan Marx muda, terutama mengenai pengembangan pemikirannya tentang alienasi di bawah kapitalisme. Apakah Anda sepakat dengan pembagian dalam kehidupan dan karya Marx ini &#8211; seorang sosialis muda yang lebih libertarian namun di kemudian hari seorang otoriter yang kaku?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Marx muda mendapatkan banyak pengaruh dari lingkungan hidupnya, dan dapat ditemukan banyak keserupaan dengan pemikiran yang menghidupkan liberalisme klasik, berbagai aspek Pencerahan dan Romantisisme Perancis dan Jerman. Sekali lagi, saya tidak cukup paham Marx untuk memberikan penilaian yang mutlak. Kesan saya adalah bahwa Marx muda adalah seorang tokoh akhir Pencerahan, dan Marx tua adalah seorang pegiat otoriter dan analis kritis terhadap kapitalisme yang tidak memiliki banyak alternatif sosialis. Namun itu hanya kesan saya saja.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Dari pemahaman saya, inti pemikiran Anda tergambar dari konsep Anda mengenai sifat manusia. Di masa lalu, pemikiran tentang sifat manusia mungkin dipandang sebagai terbelakang, bahkan mengekang. Sebagai contoh, aspek tetap dari sifat manusia seringkali digunakan sebagai alasan mengapa tidak mungkin terjadi perubahan mendasar ke arah anarkisme. Anda memiliki pendapat lain? Mengapa?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Inti pandangan semua orang adalah sebuah konsep mengenai sifat manusia, seberapa pun jauh dari kesadarannya atau tidak dinyatakan secara tersurat. Paling tidak, itu berlaku pada orang-orang yang menganggap dirinya agen moralitas dan bukan monster. Apakah seorang mendorong reformasi atau revolusi, stabilitas atau kembali ke masa lalu, atau hanya merawat kebunnya sendiri, berdasar pandangan bahwa yang dilakukannya &#8220;baik bagi rakyat&#8221;. Namun penilaian itu berdasar pada suatu konsepsi mengenai sifat manusia, yang akan diusahakan agar bisa menjadi sejelas mungkin, agar bisa dilakukan penilaian. Jadi dalam hal ini saya tidak berbeda dengan orang lain.</p>
<p>Anda benar bahwa sifat manusia dianggap <em>&#8220;terbelakang&#8221;</em>, namun itu adalah hasil dari kebingungan. Apakah cucu saya tidak berbeda dari sebuah batu, seekor kadal, ayam atau monyet? Seseorang yang menganggap ini sebagai absurd akan sadar bahwa ada yang disebut &#8220;sifat manusia&#8221;.Kita tinggal menjawab pertanyaan mengenai apa itu &#8211; sebuah pertanyaan yang penting dan menarik, dengan daya tarik ilmiah maupun kemanusiaan yang tinggi. Kita memiliki cukup pengetahuan mengenai berbagai aspek darinya, namun bukan yang memiliki signifikansi kemanusiaan yang besar. Selebihnya, kita hanya memiliki harapan dan keinginan, intuisi dan spekulasi.</p>
<p>Tidak ada yang terbelakang dari fakta bahwa janin manusia sedemikian terbatas hingga ia tidak menumbuhkan sayap, atau sistem penglihatannya berbeda dengan serangga, atau tidak memiliki insting pulang merpati. Faktor-faktor yang sama dengan yang membatasi perkembangan organisme itu juga memungkinkannya memiliki struktur yang kaya dan rumit. Sebuah organisme yang tidak memiliki struktur intrinsik yang determinatif sedemikian, yang secara radikal akan membatasi arah perkembangannya, akan merupakan makhluk serupa amuba (itu pun jika ada). Lingkup dan batas perkembangan memiliki hubungan logis.</p>
<p>Ambillah bahasa, salah satu kapasitas khas manusia yang sudah cukup dipahami. Kita memiliki alasan-alasan kuat bahwa semua bahasa manusia sangatlah serupa; seorang ilmuwan dari luar bumi yang memperhatikan manusia akan berkesimpulan bahwa hanya ada sebuah bahasa, dengan variasi-variasi kecil. Alasannya adalah bahwa aspek khusus sifat manusia yang mendasari perkembangan bahasa hanya memungkinkan pilihan yang amat terbatas. Apakah ini membatasi? Tentu saja. Apakah ini membebaskan? Tentu, juga. Batasan-batasan inilah yang memungkinkan sistem ekspresi pemikiran yang kaya dan rumit untuk berkembang dalam cara-cara serupa pada dasar yang amat sederhana, terpisah-pisah dan berpengalaman berbeda.</p>
<p>Bagaimana dengan perbedaan manusia yang ditentukan oleh biologi? Bahwa ini ada, benar, dan merupakan sumber kebahagiaan, bukan kecemasan atau penyesalan. Kehidupan di antara klon tidaklah menyenangkan, dan seorang waras akan gembira bahwa orang lain memiliki kemampuan yang tidak ia miliki. Ini sangat dasar. Apa yang lazim dipercaya mengenai masalah ini bagi saya agak aneh.</p>
<p>Apakah sifat manusia, apapun itu, kondusif untuk pengembangan bentuk kehidupan anarkis atau menghalanginya? Kami tidak memiliki cukup jawaban untuk pertanyaan ini. Ini memerlukan eksperimen dan penemuan untuk menjawabnya.</p>
<p><strong>Masa Depan</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Untuk mengakhiri wawancara ini, saya ingin bertanya sedikit tentang beberapa isu kiri baru-baru ini. Saya tidak tahu apakah situasi di AS serupa dengan di sini, namun dengan gagalnya Uni Soviet, terdapat demoralisasi kiri. Ini bukanlah bahwa mereka sangat mendukung apa yang terjadi di Uni Soviet, namun perasaan umum bahwa dengan bubarnya Uni Soviet, sosialisme ikut terseret. Apakah Anda menemukan demoralisasi serupa? Bagaimana jawaban Anda?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Tanggapan saya terhadap berakhirnya tirani Soviet serupa dengan reaksi saya terhadap kekalahan Hitler dan Mussolini. Dalam semua kasus tersebut, itu adalah kemenangan semangat kemanusiaan. Ini seharusnya diterima sebagai kabar baik bagi para sosialis, karena sebuah musuh besar sosialisme telah runtuh. Seperti Anda, saya juga heran bahwa orang-orang &#8211; termasuk mereka yang menganggap dirinya anti-Stalinis dan anti-Leninis &#8211; terdemoralisasi dengan runtuhnya tirani tersebut. Ini mengungkap bahwa mereka sebenarnya lebih memiliki komitmen pada Leninisme daripada yang mereka percayai.</p>
<p>Namun, terdapat alasan-alasan lain untuk mencemaskan hancurnya sistem tirani yang brutal ini, yang sosialis sedemikian ia juga demokratik (ingat bahwa ia mengklaim keduanya, dan klaim kedua ditertawakan di Barat, sementara yang pertama diterima dengan senang hati, sebagai senjata melawan sosialisme &#8211; salah satu contoh jasa intelektual Barat pada penguasa). Satu alasannya terkait dengan sifat Perang Dingin. Dalam pandangan saya, ini merupakan contoh khusus &#8220;konflik Utara-Selatan&#8221;, bila kita menggunakan eufemisme untuk penaklukan Eropa terhadap sebagian besar dunia. Eropa Timur merupakan &#8220;Dunia Ketiga&#8221; yang asli, dan Perang Dingin sejak tahun 1917 tidak memiliki kemiripan apa pun dengan reaksi bagian-bagian lain dari Dunia Ketiga untuk mengambil jalannya sendiri, meskipun perbedaan skala memberikan ciri tersendiri bagi konflik ini. Untuk alasan ini, kita bisa beranggapan bahwa wilayah ini akan kembali seperti awalnya: Czek atau Polandia Barat akan bergabung kembali dengan Barat, sementara yang lain kembali ke perannya sebagai pelayan Eropa, bekas Nomenklatura menjadi elit dunia ketiga biasa (dengan kesepakatan dari penguasa negara-perusahaan Barat, yang memilih mereka dibandingkan alternatif lainnya). Ini bukan prospek yang menyenangkan, dan telah menimbulkan penderitaan yang luar biasa.</p>
<p>Sebuah alasan lain untuk kecemasan berkaitan dengan penangkalan nuklir (deterrence) dan non-blok. Seburuk-buruknya imperium Soviet, keberadaannya memberikan peluang untuk menjadi non-blok, dan untuk alasan yang sinis, kadang-kadang memberikan bantuan terhadap korban serangan Barat. Pilihan itu kini tiada, dan Selatan menderita akibatnya.</p>
<p>Alasan ketiga berkaitan dengan apa yang dinyatakan pers bisnis sebagai buruh Barat yang dimanjakan dengan gaya hidup mewah mereka. Dengan sebagian besar Eropa Timur di bawah kekuasaan mereka, pemilik perusahaan dan manajer memiliki senjata ampuh baru untuk menindas kelas buruh dan kaum miskin di Barat. GM dan VW bisa tidak hanya memindahkan produksi ke Meksiko dan Brazil (atau mengancam untuk melakukan itu, yang akibatnya sama saja), tapi juga ke Polandia dan Hungaria, tempat terdapat buruh yang memiliki ketrampilan dan terlatih untuk biaya yang jauh lebih rendah. Tentu saja mereka puas dengan itu, melihat latar belakang nilainya.</p>
<p>Kita bisa belajar banyak tentang Perang Dingin (atau konflik lainnya) dengan melihat siapa yang gembira dan siapa yang tidak setelah akhirnya. Dengan kriteria ini, pemenang Perang Dingin adalah elit Barat dan mantan Nomenklatura, yang kini kaya melebihi impian terliar mereka, dan yang kalah adalah sebagian terbesar penduduk Timur dan kelas buruh serta miskin di Barat, juga sektor kerakyatan di Selatan yang berusaha mengambil jalan yang independen.</p>
<p>Pemikiran barusan cenderung menimbulkan histeria di antara intelektual Barat, kalau mereka bisa membayangkannya, yang jarang terjadi. Ini mudah saja, juga bisa dipahami. Pengamatannya benar, dan membuka kedok kekuasaan dan privilese; itulah penyebab histeria mereka.</p>
<p>Secara umum, reaksi orang yang jujur terhadap berakhirnya Perang Dingin akan lebih rumit daripada sekedar puas atas jatuhnya tirani yang brutal, dan reaksi yang umum terinfeksi dengan kemunafikan yang sangat, dalam pandangan saya.</p>
<p><strong>Kapitalisme</strong></p>
<p><strong>RBR:</strong> Dalam banyak hal kiri sekarang berada pada titik awalnya pada abad lalu. Seperti pada waktu itu, ia menghadapi suatu bentuk kapitalisme yang sedang menanjak. Kini terdapat lebih banyak &#8220;konsensus&#8221;, lebih banyak daripada saat lain dalam sejarah, bahwa kapitalisme merupakan satu-satunya organisasi ekonomi yang valid, meskipun ketidaksetaraan kekayaan melebar. Terhadap latar belakang ini, bisa dikatakan bahwa kiri tidak yakin mengenai bagaimana cara untuk maju. Bagaimana pandangan Anda terhadap masa ini? Apakah ini menjadi &#8220;kembali ke dasar-dasar&#8221;? Apakah usaha yang dilakukan sekarang harus menekankan tradisi libertarian dalam sosialisme dan pemikiran demokratik?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya anggap ini sebagian besar merupakan propaganda. Apa yang disebut sebagai &#8220;kapitalisme&#8221; pada dasarnya adalah sebuah sistem merkantilisme korporatis, dengan tirani privat yang besar dan tidak bertanggung jawab yang memiliki kendali besar terhadap ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan, bekerja sama dengan negara yang kuat yang melakukan intervensi besar-besaran terhadap ekonomi domestik dan masyarakat internasional. Ini sangat tepat dalam kasus AS, bertentangan dengan banyak ilusi. Orang kaya dan berprivilese tidak lebih mau menghadapi disiplin pasar pada masa kini daripada masa lalu, meskipun mereka menganggapnya baik-baik saja bagi rakyat kebanyakan. Sebagai gambaran, pemerintahan Reagan yang berkubang dalam retorika pasar bebas, juga membanggakan bahwa regim tersebut adalah yang paling proteksionis dalam sejarah AS pasca perang &#8211; bahkan lebih dari gabungan semuanya. Newt Gingrich, yang memimpin &#8220;perjuangan&#8221; liberal kini, mewakili wilayah yang amat kaya yang mendapatkan lebih banyak subsidi federal daripada wilayah suburban lainnya di AS. Kelompok &#8220;konservatif&#8221; yang ingin mengakhiri makan siang gratis bagi anak-anak yang lapar juga menuntut naiknya anggaran Pentagon, yang menjadi seperti kondisinya sekarang sejak akhir dekade 1940-an karena &#8211; sebagaimana dijelaskan pers bisnis &#8211; industri teknologi tinggi tidak bisa bertahan dalam sebuah sistem ekonomi pasar bebas yang murni, kompetitif dan tidak disubsidi, dan pemerintah harus menjadi penyelamatnya. Tanpa penyelamat ini, pendukung Gingrich akan menjadi buruh miskin (bila beruntung). Tidak akan ada komputer, peralatan elektronik, industri penerbangan, metalurgi, otomasi dan lain-lain. Anarkis jangan sampai tertipu kebohongan tradisional ini.</p>
<p>Lebih dari sebelumnya, pemikiran sosialis libertarian kini relevan, dan penduduk sangat terbuka terhadapnya. Meskipun terdapat sejumlah besar propaganda korporatik, di luar kelompok terdidik, rakyat masih memiliki sikap tradisionalnya. Di AS, misalnya, lebih dari 80% penduduk menganggap bahwa sistem ekonomi secara mendasar tidak adil dan sistem politik sebagai tipuan, yang hanya melayani kepentingan tertentu, bukan rakyat. Mayoritas menganggap bahwa kelas buruh memiliki peran yang terlalu kecil dalam masalah masyarakat (demikian pula di Inggris), bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk membantu orang yang memerlukan, bahwa pengeluaran untuk pendidikan dan kesehatan harus diberikan prioritas di atas pengurangan pembiayaan dan potongan pajak, bahwa rencana Republikan yang kini melalui Kongres hanya menguntungkan yang kaya dan merugikan rakyat banyak, dan lain-lain. Kaum intelek bisa memiliki pendapat lain, namun tidak sukar menemukan faktanya.</p>
<p><strong>RBR:</strong> Hingga satu titik pemikiran anarkis dibenarkan dengan runtuhnya Uni Soviet &#8211; ramalan Bakunin terbukti kebenarannya. Apakah Anda berpikir bahwa kaum anarkis harus gembira dari perkembangan umum ini dan dari ketepatan analisis Bakunin? Apakah anarkis harus melihat masa depan dengan keyakinan lebih besar dalam pemikiran dan sejarah?</p>
<p><strong>CHOMSKY:</strong> Saya pikir &#8211; paling tidak, berharap &#8211; bahwa jawabannya tersirat di atas. Saya pikir bahwa masa kini memiliki ancaman yang besar dan tanda-tanda harapan yang juga besar. Apa yang akan terjadi bergantung pada bagaimana kita memanfaatkan kesempatan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pustaka.otonomis.org/2006/05/22/marxisme-anarkisme-dan-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Veteran Irak</title>
		<link>http://pustaka.otonomis.org/2005/12/09/veteran-irak/</link>
		<comments>http://pustaka.otonomis.org/2005/12/09/veteran-irak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2005 13:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisX</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustaka.otonomis.org/v2/2005/12/09/veteran-irak/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tahun 1940-an dan awal 1950-an perjuangan kelas berlangsung terutama di daerah pedesaan. Pemberontakan buruh tani (contohnya di Aali-azarchi yang berlangsung sekitar 3 tahun sebelum dengan kejam ditindas) penyebab sakit kepala yang terus menerus bagi tuan tanah semi feodal dan negara. Perjuangan di perkotaan meningkat bersamaan pemogokkan buruh minyak di Kirkuk di tahun 1946 (ditundukkan dengan menghilangkan 10 nyawa). Penganguran dan gelandangan merajalela. Terdapat ribuan sarifas (gubuk yang dibuat dari dahan palem) disekitar dan didalam kota Baghdad. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>terjemah: arm_da_spirit@yahoo.com</em></p>
<p>Wawancara berikut pertamakali diterbitkan dalam <strong>Workers Scud &#8211; no patriot can catch us!</strong> (London, Juni 1991), sebuah koleksi artikel yang mencerminkan sikap mengenai Perang Teluk.</p>
<p><span id="more-107"></span> <strong>Perjuangan kelas di Irak &#8211; wawancara dengan salah seorang veteran.</strong></p>
<hr />
<strong>T: Dapatkah anda dengan singkat menjelaskan mengenai perjuangan kelas yang terjadi di Irak sebelum penumbangan kekuasaan monarki di tahun 1958</strong>
<dl>
<dd>J: Dalam tahun 1940-an dan awal 1950-an perjuangan kelas berlangsung terutama di daerah pedesaan. Pemberontakan buruh tani (contohnya di Aali-azarchi yang berlangsung sekitar 3 tahun sebelum dengan kejam ditindas) penyebab sakit kepala yang terus menerus bagi tuan tanah semi feodal dan negara. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Perjuangan di perkotaan meningkat bersamaan pemogokkan buruh minyak di Kirkuk di tahun 1946 (ditundukkan dengan menghilangkan 10 nyawa). Penganguran dan gelandangan merajalela. Terdapat ribuan sarifas (gubuk yang dibuat dari dahan palem) disekitar dan didalam kota Baghdad. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Tahun 1956 (Krisis Terusan Suez) memberi dampak yang massif atas Irak, disertai demonstrasi terhadap rejim Irak yang dilihat sebagai kaki tangan Inggris. Isu Palestina juga membantu proses radikalisasi. Saya masih saja bertanya-tanya mengapa tidak terjadi sebuah revolusi di tahun 1956! Peristiwa dalam dan luar negeri tersebut membawa kepada terbentuknya Perwira Merdeka (nasionalis/Nasseris) yang memiliki hubungan dengan Partai Komunis Irak (P.K.I) namun tak begitu dekat dengan kaum Ba&#8217;th. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Dalam pandangan saya terdapat dua kontradiksi utama didalam masyarakat Irak pada saat itu (1946-58). Yang satu antara kemunculan gerakan proletarian dan kapitalisme dan satu lagi, diwariskan dari masa lalu, antara kapitalisme dengan tuan tanah feodal. Anda setuju? </strong></p>
<dl>
<dd>J: Tidak, saya tidak setuju dengan analisis text-book yang sederhana dan rapi, sebab bahkan sebelum tahun &#8216;58 kaum feodal menguasai bukan hanya daerah pedesaan tetapi juga daerah perkotaan dalam porsi yang besar. Hotel, pabrik, dan daerah pemukiman dipunyai mereka sebagaimana juga desa-desa. Mayoritas dari kaum buruh tani karenanya merupakan proletarian, namun dengan standar hidup yang jauh lebih buruk dibanding rekan-rekannya di perkotaan. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Di tahun 1958 Qasim dan Perwira Merdeka megambil kekuasaan dan menyingkirkan Monarki, tetapi beberapa pencapaian dipulihkan. </strong></p>
<dl>
<dd>J : Itu benar tetapi hal yang berarti adalah tingkatan perjuangan kelas. Kaum monarki dan sejumlah menterinya dibunuh oleh mereka yang dulunya disebut pelacur. Untuk satu tahun atau lebih tak seorangpun dapat mengontrol kaum buruh. Bahkan P.K.I yang sialnya memiliki basis masif didalam masyarakat (meski serangan-serangannya atas kelas pekerja) tak dapat mengontrol kaum proletariat yang marah, terutama sekali karena para buruh memiliki senjata. Rakyat mengambil makanan dari toko-toko tanpa membayar. Bagi mereka uang telah menjadi barang usang. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Saya dengar bahwa bahkan Al-quran tak dianggap suci oleh para buruh. </strong></p>
<dl>
<dd>J : Ya itu benar sekali. Mereka mengerti sifat reaksioner Islam. Juga di Kirkuk sekitar 90 orang jenderal, kapitalis dan tuan tanah dibawa kejalan, dikalungi tali disekitar lehernya dan diseret berkeliling dengan mobil hingga mati. P.K.I menolak aksi tersebut dan mencoba menjauhkan diri dari &#8220;perbuatan berlebihan&#8221; para buruh. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Tetapi secara berangsur-angsur bersamaan dengan reformasi pertanahan, peningkatan harga minyak dan pinjaman dari Uni Soviet, pemerintah berhasil menstabilkan situasi di selatan. Sementara perlawanan di Kurdistan lebih gencar. Kelompok-kelompok buruh tani bersenjata (misalnya di Halabja) yang tak takut terhadap ancaman baik oleh negara ataupun P.K.I dan mengambil alih tanah yang telah ditingglakan oleh tuan tanah pelarian (kebanyakan minggat ke perbatasan Iran). Tuan tanah yang menghilang tersebut akan mengirim para pembunuh ke Irak dan dengan persetujuan diam-diam dari militer membunuh orang-orang revolusioner dan kemudian pergi dengan selamat ke Iran. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Mengapa terdapat begitu banyak dukungan bagi P.K.I dan nasionalis Kurdi meski kebijakan-kebijakan reaksioner mereka? </strong></p>
<dl>
<dd>J: Itu suatu pertanyaan yang sulit. Rakyat tidaklah gembira dengan kedua kelompok tersebut dan terutama merasa dikecewakan oleh P.K.I, tetapi tidak terdapat alternatif revolusioner yang riil jadi rakyat cenderung memberikan keuntungan P.K.I dengan meragukan dan membuat apologi bagi &#8220;kegagalan&#8221; mereka. Mereka dengan naif akan berkata: &#8220;Partai Komunis Irak masih muda dan dimungkinkan untuk membuat kesalahan, tapi segera mereka akan dewasa layaknya rekan-rekan Rusia dan Cinanya&#8221; (!!) saya kira dalam hal ini tidak ada kesadaran yang cukup untuk melihat partai-partai tersebut sebagai apa adanya. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Di tahun 1963 Qasim ditumbangkan oleh kaum Ba&#8217;thists dan sebuah masa menghebatnya kekerasan yang berakhir dengan kematian dari ribuan aktivis. Kaum Ba&#8217;ths disuplai dengan daftar dari orang-orang dikenal sebagai &#8220;pembuat onar&#8221; kemungkinan besar oleh CIA. Selama hari-hari akhir Qasim rakyat meminta senjata darinya untuk mempertahankan diri melawan Garda Nasional, namun ia menolak memepersenjatai rakyat. Bahkan saat itu militer begitu tak populernya hingga mereka mesti menipu rakyat agar dapat masuk kedalam kota. Mereka meletakkan foto Qasim didepan tank mereka, rakyat mengira mereka akan melindunginya dari kaum Ba&#8217;thists, jadi mereka tak melawannya, hingga semua telah terlambat. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Eksperimen kediktatoran Ba&#8217;ths yang pertama tidak berhasil tetapi mereka naik lagi ke kekuasaan kembali tahun 1968. Dapatkah anda menceritakan kepada kami mengenai langkah pribadi Saddam Hussein menuju tampuk kekuasaaan? </strong></p>
<dl>
<dd>J: Saddam adalah seorang penjahat kecil tukang jagal, kemungkinan karena inilah mengapa tak seorangpun tak menganggapnya begitu serius pada saat-saat pertama. Peranannya dalam usaha pembunuhan Qasim dilebih-lebihkan kemudian. Secara berangsur-angsur ia membuat basis kekuatan bagi dirinya sendiri dengan bantuan sukunya Takriti dan tuan-tuan tanah penting. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Selama 60-an ada tinjauan ulang yang kritis terhadap kebijakan United Front P.K.I dengan para majikan dan para bos yang akhirnya membawa kepada perpecahan oleh Aziz al-Hajj yang terpengaruh oleh Mao dan Che Guevara. Aksi gerilyanya tak berhasil dan kelompoknya dikalahkan, namun ide-idenya tetap sangat populer. Ia sekarang duta besar Ba&#8217;thist untuk Perancis ! </dd>
</dl>
<p><strong>T: Tidak seperti tetangganya Iran dimana aktivitas gerilya oleh kaum kiri tak pernah mengancam rejim.  </strong></p>
<dl>
<dd>J: Ya, di Irak perjuangan bersenjata jauh lebih luas. Pembunuhan individu kapitalis membawa kepada konfrontasi bersenjata berskala luas, dan harus dikatakan aksi-aksi seperti ini begitu sangat populer diantara rakyat. Tetapi yang sebenarnya kadar keamanan kami yang tak mencukupi. Kami untuk sementara menguasai jalanan karena kami memiliki senjata saat kudeta tahun &#8216;68 berhasil, kami jadi sangat terekspos. Bahkan para pemimpin kami membuat kesalahan yang menghebohkan, dan bayak kamrad ditangkap dan dieksekusi. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Saya tidak ingin memberi kesan bahwa rejim hanya menggunakan represi dalam berurusan dengan perjuangan kelas. Tidak, mereka menggunakan taktik wortel dan tongkat yang biasa dan itu berhasil. Antara 1968 dan 1974 negara menjadi jauh lebih kuat. Kembali di tahun 1974 P.K.I mengadakan perjanjian dengan Ba&#8217;ths. Adalah menakjubkan bagaimana Stalinis ini sepenuhnya telah merosot (degenerasi). Dalam 1975 perjanjian Algiers antara Saddam dan Shah, bermakna bahwa kedua pemimpin dapat mengalihkan perhatiannya pada persoalan-persoalan internal. Pemberontakan Kurdi runtuh dengan begitu cepat dan Saddam bahkan menjadi lebih bekuas. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Dapatkah anda sekarang berbicara mengenai perpisahan anda sendiri pertama dengan Stalinisme dan kemudian dengan Leninisme secara umum? </strong></p>
<dl>
<dd>J: Kami mengenal beberapa kamrad di Baghdad, Basra dan Kurdistan yang juga merasa tak puas dengan ideologi yang umum. Pada saat itu, kami pikir perjuangan gerilya bersenjata merupakan segala-galanya dan titik akhir revolusi, tetapi perlahan-lahan dan dibawah pengaruh revolusi Iran kami menjadi sangat kritis terhadap aktivitas gerilya. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Saya melakukan dua kali kunjungan ke Iran selama revolusi dan membawa kembali ide-ide baru. Kami menjadi kenal dengan kritik Trotsky mengenai Stalin dan kemudian hari kami diperkenalkan kepada ide-ide anarkis oleh kamrad dari Baghdad. Terdapat sebuah jurnal berbahasa Lebanon, yang disebut Darasat aI-arabie, yang bersikap kritis baik terhadap Leninisme dan Marxisme. Kami tak selalu setuju dengan mereka, namun mereka mempengaruhi kami sangat besar. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Apakah para revolusioner ini mengembangkan kritik mereka sendiri secara independen terhadap Leninisme atau mereka meminjammya dari barat? </strong></p>
<dl>
<dd>J: Sangat disayangkan kami komunis &#8220;timur&#8221; telah selalu terkagum-kagum oleh kamrad &#8220;barat&#8221; kami, dan berpaling dalam arahan mereka untuk inspirasi suci sebagaimana seorang muslim berpaling ke Kiblat. Sebagai akibatnya kami selalu bersandar ada mereka bagi suatu pemahaman akan kapitalisme. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Namun secara perlahan-lahan kami menyadari bahwa partai dimana kami sebelumnya terlibat adalah seperti kerangkeng bagi pikiran kami, mencekik kemerdekaan kami. Karenanya kami menolak &#8216;Dunia Ketigaisme&#8217; dan revolusi &#8216;Sosialis&#8217; dan memahami bahwa satu-satunya jalan yang cukup berharga untuk kami tempuh adalah suatu revolusi Komunis (penghapusan perbudakan upah, uang dan negara). Kami memulai mengkritik Lenin disana sini namun kritik yang lengkap terhadap Leninisme datang kemudian. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Pada tahapan ini kami memutuskan membentuk sebuah organisasi baru bernama Fasileh (di kemudian hari diubah menjadi Kar). Program kami sangat eklektik. Berisikan hal-hal buruk juga baik. Dengan bantuan beberapa Anarkis kami mulai mempublikasikan sebuah majalah dalam bahasa Arab dan Kurdi. Tingkat perjuangan kelas didalam Irak sangat lemah, namun represi rejim dashyat. Negara berusaha dengan keras mencari kami tetapi kami berhati-hati. Mokhaberat (dinas keamanan) menawarkan hadiah dan akhrnyanya mereka mengerebek kami. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Saya berhasil lolos tetapi seorang kamrad ditangkap dan kemungkinan besar telah dieksekusi. Kami memutuskan mengirim beberapa kamrad ke luar negeri untuk belajar dari pengalaman proletariat dunia dan membangun kontak internasional. Tapi saat kami tiba disini, kami menemukan tingkat perjuangan kelas bahkan lebih lemah lagi! Hal ini bergandengan dengan masalah pengungsi biasa membawa pada sedikit percekcokkan pribadi yang mana membuat kami melupakan tujuan kami datang keluar negeri. Tetapi sekarang segalanya mulai berjalan kembali, kami sekali lagi mulai mengorganisir diri kami kembali dan bertemu secara teratur. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Media disini secara terbuka menyemangati nasionalisme Kurdi. Dapatkah anda menceritakan pada kami asal muasal nasionalisme Kurdi? </strong></p>
<dl>
<dd>J: Di pertengahan 50-an tidak ada hal semacam gerakan nasionalis Kurdi di Irak. Terkadang pada saat krisis, kapitalisme akan mendorong tuan tanah Kurdi untuk memberi dukungan finansial pada kegiatan pengorganisiran, yang akan mereka namakan &#8220;gerakan nasionalis&#8221;. Untuk memberi para pemimpin ini kredibilitas, pemerintah pusat akan bergerak &#8220;melawan&#8221; mereka. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Pada saat-saat seperti ini, tak ada indentitas patriotik Kurdi yang riil, ia mesti dibantu perkembangannya secara buatan. Orang Arab dan Kurdi melihat perjuangannya sebagai satu kesatuan. Pemimpin nasionalis Kurdi yang berbagi kekuasaan dengan pemerintahan pusat, bercerai dengan mereka sekali mereka memperoleh dukungan dari barat dan Shah. Tetapi mereka tak memiliki sebuah basis rakyat dan harus melarikan diri ke gunung. Mereka mengorganisir milisi tetapi saat pertama dikalahkan dengan berat karena tentara mereka bukanlah sukarelawan. Belajar dari kesalahan , mereka mengorgansir Peshmerga &#8211; unit gerilya &#8211; dan mencari persenjataan yang lebih baik. Mereka mulai menerjunkan diri dalam pembunuhan sektarian. Sebagai contoh, mereka menculik seorang supir Arab dan mengeksekusinya hanya karena ia menjadi seorang Arab. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Kedengarannya mirip dengan nasionalis Irlandia disini? </strong></p>
<dl>
<dd>J: Ya, sangat mirip, buruh dan pelajar Arab yang tak berdosa dibunuh, dan pemerintahan pada gilirannya akan menciptakan keuntungan dari hal ini dengan mempublikasikan kekejaman &#8220;Kurdi&#8217;, mengipasi sentimen anti-Kurdi. Jenderal Irak dengan sengaja akan mengirim prajurit muda yang, tak berpengalaman kedalam daerah orang Kurdi, kenal dengan sangat baik mereka hanya akan jadi umpan-meriam bagi peshmerga. Sehari kemudian, sebuah desa Kurdi akan dihancurkan oleh tentara reguler Irak sebagai balasannya. Semua taktik ini membantu memecah belah proletriat. Tetapi walau segalanya, nasionalisme tak belum berhasil untuk menciptakan halangan yang tak terjembatani. Bukti dari ini semua adalah pemberontakan baru-baru ini. Saat orang Irak di selatan bangkit melawan Saddam setelah perang (perang Teluk &#8212; penerjemah), usaha mereka didukung oleh orang-orang utara. Tentara Arab di utara, secara sukarela memberikan senjata mereka kepada orang-orang Kurdi. </dd>
</dl>
<p><strong>T: Akhirnya marilah kita bicara tentang masa depan perjuangan kelas di Irak. Saya pikir Amerika masih saja membangun sebuah skenario Rumania, yaitu sebuah pemberontakan rakyat dari bawah diikuti oleh kudeta yang direncanakan sebelumnya dari atas untuk menyingkirkan Saddam. Anda setuju?</strong></p>
<dl>
<dd>J : Ya, mungkin. Tetapi situasi Irak lebih rumit dibanding Rumania, dan pembagian antara kurdi dan Arab, Arab dan Turki, dan muslim Sunni dan Shiah dapat dengan mudah menuntun pada situasi awal perang sipil. Dan rejim berikutnya kemungkinan akan lebih berorientasikan agama. Jadi terdapat perbedaan dengan Rumania. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Kelompok terkuat kelihatannya adalah Al-Dawa (Shiah) yang menerima dukungan dari Iran. Radical Ba&#8217;ths tak terlalu populer dan memiliki hubungan dengan Syria. P.K.I belum mendapatkan kekuatan yang dulu dimilikinya tetapi tak boleh disepelekan. Basisnya, betapapun, kelihatannya ada dinatara generasi yang lebih tua dan bukan orang-orang muda. </dd>
</dl>
<dl>
<dd>Mengenai Patriotic Union of Kurds (PUK) dan Democratic Party of Kurdistan (DPK), mereka dulunya memiliki sekitar 5000 peshmergas bersenjata sebelum peristiwa yang baru saja dan bukan merupakan kekuatan yang demikian berarti seperti yang dibuat media. Kota-kota Kurdi sedang dikuasai bukan oleh kelompok-kelompok politik namun oleh rakyat. Akhvan aI-muslimin merupakan organisasi Sunni terakhir yang kuat yang didukung baik oleh Mesir dan kadang-kadang AS. Semua yang mesti dikatakan bahwa masa depan aktivitas proletarian yang otonom di Irak tidaklah terlalu cerah. </dd>
</dl>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pustaka.otonomis.org/2005/12/09/veteran-irak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chomsky tentang Irak</title>
		<link>http://pustaka.otonomis.org/2005/05/30/chomsky-tentang-irak/</link>
		<comments>http://pustaka.otonomis.org/2005/05/30/chomsky-tentang-irak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2005 16:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>HarisX</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustaka.otonomis.org/v2/2005/05/30/chomsky-tentang-irak/</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai pertanyaan kini beredar di antara orang-orang yang khawatir tentang perang. Pada tanggal 1 September 2002, Michael Albert mengajukan selusin dari pertanyaan-pertanyaan itu kepada Noam Chomsky lewat e-mail. Inilah tiga pertanyaan pertama beserta jawaban-jawaban Chomsky... wawancara lengkapnya akan muncul di Z Magazine edisi Oktober.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Noam Chomsky</p>
<p>Berbagai pertanyaan kini beredar di antara orang-orang yang khawatir tentang perang. Pada tanggal 1 September 2002, Michael Albert mengajukan selusin dari pertanyaan-pertanyaan itu kepada Noam Chomsky lewat e-mail. Inilah tiga pertanyaan pertama beserta jawaban-jawaban Chomsky&#8230; wawancara lengkapnya akan muncul di Z Magazine edisi Oktober.</p>
<p>A : Apakah Saddam Hussein memang telah menjadi sangat jahat seperti yang dikatakan oleh media mainstream? Di dalam negeri? Secara internasional?</p>
<p>C : Ya, dia memang sangat jahat, kira-kira sama jahatnya dengan Soeharto dan monster-monster lainnya di era modern ini. Tak ada seorang pun yang mau berada dalam cengkeramannya. Tetapi, untungnya, jangkauannya tidaklah membentang sangat jauh. Secara internasional, Saddam meng-invasi Iran (dengan dukungan Barat), dan ketika perang itu berlangsung makin sengit, dia pun mulai menggunakan senjata kimia (juga dengan dukungan Barat). Saddam pernah meng-invasi Kuwait dan dengan cepat diusir.</p>
<p><span id="more-31"></span>Fokus perhatian utama di Washington segera setelah invasi itu ialah bahwa Saddam akan segera menarik diri, menempatkan “bonekanya, [dan] setiap orang di dunia Arab akan merasa senang” (Colin Powell, saat itu menjabat sebagai Kepala Staf). Presiden Bush prihatin bahwa Arab Saudi bisa “terbius pada menit-menit terakhir dan menerima suatu rezim boneka di Kuwait” jika AS tidak mencegah penarikan diri Irak.</p>
<p>Singkatnya, keprihatinan itu ialah bahwa Saddam akan sangat persis meniru apa yang baru saja di lakukan AS di Panama (kecuali bahwa rakyat Amerika Latin tidak bereaksi apa-apa, selain merasa senang). Sejak saat sangat dini AS berupaya mencegah “skenario mimpi buruk” ini. Sebuah kisah yang hendaknya diperhatikan secara cermat.</p>
<p>Kejahatan-kejahatan terburuk Saddam, sejauh ini, dilakukannya di dalam negeri, termasuk penggunaan senjata kimia terhadap etnis Kurdi dan pembantaian besar-besaran etnis Kurdi di akhir &#8216;80-an, penyiksaan secara barbar, dan segala bentuk kejahatan nista lainnya yang bisa anda bayangkan. Inilah puncak dari kejahatan-kejahatan luarbiasa yang untuk itu Saddam kini dikecam, secara tepat. Cukup berguna bila kita tanyakan berapa sering kecaman yang berapi-api dan pernyataan yang mengesankan tentang kebiadaban itu disertai dengan tiga kata singkat: “dengan bantuan kita.”</p>
<p>Kejahatan-kejahatan itu segera diketahui secara luas, namun tidak mendapat perhatian khusus dari Barat. Saddam mendapat beberapa teguran lunak; kecaman keras Kongres Amerika dianggap terlalu ekstrem oleh para komentator terkemuka. Pemerintahan Reagan dan Bush terus menyambut sang monster itu sebagai sekutu dan mitra bisnis yang berharga justru lewat kekejaman-kekejamannya yang paling buruk dan yang jauh melampaui itu.</p>
<p>Bush memberi kewenangan jaminan-jaminan pinjaman dan penjualan teknologi maju dengan aplikasi yang jelas untuk senjata pemusnah massal (WMD) persis sampai hari invasi Kuwait, terkadang dengan mengesampingkan upaya-upaya Kongres untuk mencegah apa yang sedang dia lakukan. Inggris masih memberi kewenangan ekspor perlengkapan militer dan bahan radioaktif beberapa hari setelah invasi tersebut.</p>
<p>Ketika koresponden ABC, yang kini menjadi komentator Znet, Charles Glass, menemukan fasilitas-fasilitas senjata biologi (dengan menggunakan satelit-satelit komersil dan dari kesaksian tentara Saddam desersi), pengungkapannya itu segera disangkal oleh Pentagon dan kisah pun segera lenyap. Fakta ini kemudian diungkap lagi ketika Saddam melakukan kejahatan pertamanya yang sesungguhnya, yakni membangkang terhadap perintah AS (atau barangkali salah menafsirkan perintah-perintah itu) dengan meng-invasi Kuwait, dan berubah secara instan dari sahabat menjadi reinkarnasi Attila the Hun.</p>
<p>Fasilitas-fasilitas yang sama kemudian digunakan untuk menunjukkan kejahatan Saddam sebagai sesuatu yang merupakan sifatnya sejak lahir. Ketika Bush mengumumkan pemberian-pemberian baru kepada sahabatnya pada Desember 1989 (juga pemberian-pemberian kepada agribisnis dan industri AS), hal ini dianggap terlalu tidak signifikan, bahkan untuk dilaporkan sekalipun, walaupun orang bisa membacanya di Z magazine pada waktu itu, mungkin tidak ada di media-media lainnya.</p>
<p>Beberapa bulan kemudian, tak lama sebelum Saddam meng-invasi Kuwait, sebuah delegasi Senat tingkat tinggi, yang dipimpin oleh Bob Dole (kemudian menjadi calon presiden dari Partai Republik), mengunjungi Saddam, menyampaikan salam dari Presiden, dan meyakinkan sang pembunuh massal yang brutal itu agar dia tak perlu menghiraukan kritik yang dia dengar dari para reporter netral di sini.</p>
<p>Saddam ketika itu bahkan bisa lolos dari sanksi akibat perbuatannya menyerang sebuah kapal angkatan laut AS, the USS Stark, yang menewaskan puluhan awak kapal tersebut. Itu merupakan tanda penghargaan yang sesungguhnya. Satu-satunya negara lain yang diberi privilese seperti itu adalah Israel, pada tahun 1967. Untuk menghormati Saddam, Departemen Luar Negeri AS melarang semua kontak dengan oposisi demokratik Irak, mempertahankan kebijakan ini bahkan setelah Perang Teluk, sementara Washington secara efektif memberi kewenangan kepada Saddam untuk melibas sebuah pemberontakan Syiah yang mungkin saja bisa menggulingkannya&#8211;demi kepentingan mempertahankan”stabilitas”, begitu pers menjelaskan, sambil mengangguk bijaksana.</p>
<p>Bahwa Saddam adalah seorang penjahat besar, itu tak perlu diragukan lagi. Ini tidak bisa diubah oleh fakta bahwa AS dan Inggris memandang kekejaman-kekejaman utamanya sebagai tidak signifikan berdasarkan sudut pandang “alasan-alasan kenegaraan” yang lebih penting, sebelum Perang Teluk dan bahkan sesudahnya&#8211;fakta-fakta yang paling banyak dilupakan.</p>
<p>A : Bila melihat ke masa depan, apakah Saddam Hussein itu memang begitu berbahaya seperti yang dikatakan oleh media mainstream?</p>
<p>C : Dunia akan lebih baik kalau tidak ada orang seperti dia, tak ada keraguan tentang itu. Tentu saja rakyat Irak pun akan merasa demikian. Tetapi, di manapun, Saddam tidak akan sebahaya seperti ketika AS dan Inggris mendukungnya, bahkan membekalinya dengan teknologi berkegunaan ganda, yang bisa dia gunakan untuk pengembangan senjata nuklir dan senjata kimia, sebagaimana yang agaknya telah dila lakukan.</p>
<p>Sepuluh tahun yang lalu dengar pendapat Komite Perbankan Senat mengungkap bahwa pemerintahan Bush ketika itu memberikan lisensi-lisensi untuk teknologi berkegunaan ganda dan “bahan-bahan yang kemudian digunakan oleh rezim Irak untuk tujuan-tujuan rudal nuklir dan kimia.” Dengar pendapat berikutnya menambahkan lebih banyak hal lagi, dan ada laporan-laporan pers serta sebuah literatur intelektual mainstream tentang topik itu (juga ada keterangan dari literatur yang berbeda dengan mainstream).</p>
<p>Perang tahun 1991 sangatlah destruktif, dan karena kemudian Irak telah dihancurkan oleh satu dekade masa penuh sanksi-sanksi, yang barangkali telah menguatkan Saddam sendiri (dengan melemahkan perlawanan yang mungkin dalam sebuah masyarakat yang luluh-lantak), tetapi tentu saja telah mengurangi secara sangat signifikan kapasitasnya untuk membuat perang ataupun mendukung teror.</p>
<p>Lebih jauh lagi, sejak tahun 1991 rezim Saddam telah dibatasi dengan “zona larangan terbang”, penerbangan pengintaian reguler di atas wilayahnya dan pemboman, serta pengawasan yang sangat ketat. Peluang yang ada ialah, bahwa peristiwa tanggal 11 September semakin jauh melemahkan posisinya. Jika memang ada hubungan antara Saddam dan al-Qaeda, maka itu akan jadi jauh lebih sulit untuk dipertahankan sekarang dikarenakan adanya pengawasan dan kontrol yang ditingkatkan secara tajam.</p>
<p>Bila ini dikesampingkan, kemungkinan tentang adanya hubungan itu sangatlah kecil. Kendati ada upaya yang sangat besar untuk mengaitkan Saddam dengan serangan 11 September, namun tidak ada satu hal pun yang ditemukan, yang ini tidak terlalu mengejutkan. Saddam dan bin Laden adalah musuh bebuyutan, dan tidak ada alasan khusus untuk mengandaikan bahwa telah ada perubahan dalam hal itu.</p>
<p>Kesimpulan rasionalnya ialah bahwa sekarang ini Saddam barangkali kurang begitu berbahaya dibandingkan sebelum tanggal 11 September, dan jauh lebih kecil merupakan ancaman ketimbang saat dia menikmati dukungan yang substansial dari AS dan Inggris (dan banyak lagi). Ini memunculkan beberapa pertanyaan. Jika Saddam memang merupakan ancaman yang sedemikian bahayanya bagi keberlangsungan peradaban di masa kini sehingga sang penguasa global harus mengambil jalan perang, mengapa itu tidak berlaku juga untuk masa setahun yang lalu? Dan yang jauh lebih dramatis, mengapa tidak berlaku juga untuk awal tahun 1990?</p>
<p>A : Bagaimana sebaiknya cara menangani masalah keberadaan dan penggunaan senjata pemusnah massal di dunia sekarang ini?</p>
<p>C : Senjata-senjata itu hendaknya dihapuskan. Perjanjian non-proliferasi mengikat negara-negara yang memiliki senjata nuklir untuk mengambil langkah-langkah ke arah penghapusan persenjataan itu. Perjanjian-perjanjian persenjataan biologi dan kimia juga memiliki tujuan yang sama. Resolusi utama Dewan Keamanan mengenai Irak (No. 687, tahun 1991) menyerukan dihapuskannya senjata pemusnah massal serta delivery systems dari Timur Tengah, dan menyerukan dilakukannya kerja-kerja menuju pelarangan global senjata kimia. Nasehat yang bagus.</p>
<p>Irak jauh dari menjadi patokan dalam hal ini. Kita bisa mengingat kembali peringatan Jenderal Lee Butler, kepala Komando Strategis-nya Clinton di awal &#8216;90-an, bahwa “Ini berbahaya dalam hal ekstrem bahwa, di kancah permusuhan yang kita sebut Timur Tengah, satu bangsa telah mempersenjatai diri, seolah-olah, dengan persediaan senjata nuklir yang barangkali berjumlah ratusan, dan itu memberi inspirasi kepada bangsa-bangsa lainnya untuk melakukan hal yang sama.”</p>
<p>Tentu saja Lee Butler sedang bicara tentang Israel. Otoritas-otoritas militer Israel mengklaim bahwa mereka memiliki angkatan udara dan kekuatan lapis baja yang lebih besar dan lebih maju ketimbang angkatan udara dan lapis baja milik kekuatan NATO manapun yang berasal dari Eropa (Yitzhak ben Israel, Ha&#8217;aretz, 16 April 2002, Hebrew). Mereka juga mengumumkan bahwa 12% dari pesawat pembom dan pesawat tempur mereka ditempatkan secara permanen di Turki bagian Timur, beserta armada-armada laut dan kapal selam yang hampir sama jumlahnya dengan angkatan udara di pangkalan-pangkalan Turki, dan juga kekuatan lapis baja, untuk persiapan apabila dirasa perlu untuk sekali lagi mengambil jalan kekerasan ekstrem untuk mengurangi populasi Kurdi di Turki, seperti pada masa Clinton.</p>
<p>Pesawat Israel yang berpangkalan di Turki dilaporkan telah melakukan penerbangan pengintaian di sepanjang daerah-daerah perbatasan Iran, bagian dari sebuah kebijakan umum AS-Israel-Turki untuk mengancam Iran dengan serangan, dan barangkali juga dengan pemisahan yang tegas. Analis-analis juga melaporkan bahwa latihan-latihan perang udara gabungan AS-Israel-Turki dimaksudkan sebagai ancaman dan peringatan terhadap Iran. Dan tentu juga terhadap Irak (Robert Olson, Middle East Policy, Juni 2002). Tak ragu lagi Israel memang tengah menggunakan pangkalan-pangkalan udara AS yang sangat besar di Turki bagian Timur, dimana pesawat-pesawat pembom AS barangkali bersenjata nuklir. Sekarang ini Israel jelas merupakan sebuah pangkalan militer lepas pantai AS.</p>
<p>Dan seluruh bagian lainnya dari wilayah itu juga dipersenjatai secara luarbiasa. Jika Irak diperintah oleh Gandhi, negara ini pun akan mengembangkan sistem-sistem persenjataan kalau bisa, barangkali bahkan jauh melampaui yang kini mampu ia lakukan. Ini sangat mungkin akan terus berlanjut, barangkali bahkan makin pesat, jika AS memegang kontrol atas Irak. India dan Pakistan merupakan sekutu-sekutu AS, tetapi keduanya kini tengah bergerak maju dalam hal pengembangan WMD dan berulang kali telah nyaris sampai pada penggunaan senjata nuklir. Hal yang sama juga berlaku pada sekutu-sekutu dan klien-klien AS lainnya.</p>
<p>Itu kemungkinan besar akan terus berlanjut jika tidak ada pengurangan umum persenjataan di wilayah tersebut.</p>
<p>Apakah Saddam mau menyetujui pengurangan umum persenjataan itu? Sebenarnya, kita tidak tahu. Pada awal Januari 1991, Irak secara tegas menawarkan untuk menarik diri dari Kuwait dalam konteks negosiasi-negosiasi regional tentang pengurangan persenjataan, sebuah tawaran yang oleh pejabat-pejabat Departemen Luar Negeri AS digambarkan sebagai serius dan bisa dinegosiasikan. Tetapi kita tidak mengetahui lebih banyak tentang hal itu, karena AS menolaknya tanpa tanggapan, dan pers sebenarnya tidak melaporkan apapun.</p>
<p>Namun demikian, cukup perlu diperhatikan bahwa pada waktu itu&#8211;tepat sebelum pemboman&#8211;angket-angket mengungkap bahwa sejumlah 2 banding 1 publik AS mendukung usulan yang secara tegas telah diajukan Saddam, yakni lebih memilih itu ketimbang pemboman. Apakah masyarakat diperbolehkan untuk mengetahui fakta-fakta ini, mayoritasnya tentu jauh lebih besar. Membungkam fakta merupakan langkah penting dalam runtutan untuk mengesahkan kekerasan negara.</p>
<p>Mungkinkah negosiasi-negosiasi seperti itu sedikit-banyak telah membawa hasil? Hanya ideolog-ideolog fanatik-lah yang bisa yakin. Bisakah ide-ide seperti itu dihidupkan kembali? Jawabannya sama. Satu cara untuk mengetahuinya adalah mencobanya.</p>
<p>Sumber: Wawancara Albert dengan Chomsky tentang Irak (5 September 2002)</p>
<p>http://www.zmag.org/sustainers/content/2002-09/05chomsky.cfm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pustaka.otonomis.org/2005/05/30/chomsky-tentang-irak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
